Erick Thohir Siap Bantu Gubernur Anies Jawab Tudingan Negatif Soal Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengamini adanya stigma atau pandangan negatif banyak pihak terhadap DKI Jakarta. Berkolaborasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Erick Thohir siap mengubah persepsi negatif. Langkah ini juga didukung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Erick Thohir menjelaskan, berbagai pandangan negarif tentang Jakarta ini akan dijawab dengan kerja atau tindakan. Pernyataannya tersebut bagian dari kolaborasi antar pihak dalam membangun DKI Jakarta, salah satunya di sektor transportasi.

“Bahwa kalau kita kolaborasi kerja pakai hati, dan serius kerjakan, Insyaallah ini bisa buktikan persepsi-persepsi negatif yang selama ini terbentuk mengenai jakarta yang disebut kota tua, kota ini, kota itu, bahwa bisa dibenahi dan bisa bangkit,” katanya dalam Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek, Rabu (19/9/2021).

Sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta perlu dukungan berbagai pihak untuk menjawab berbagai tudingan negatif dengan sebuah tindakan. “Karena memang ini ibukotanya Indonesia saat ini, dan ini buktikan persepsi di banyak negara, kita Indonesia (disebut) terpuruk, Jakarta terpuruk, kita jawab dengan bekerja, tidak dengan omongan,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Aplikasi Jak Lingko

Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek secara daring dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta  Anies Baswedan. (Dok Kemehub)
Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek secara daring dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dok Kemehub)

Pada kesempatan yang sama, Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya sedang mendorong pembangunan transportasi berbasis kendaraan umum.

“Di jakarta kita coba sama-sama dorong, dari pembangunan berbasis kendaraan bermotor, jadi berbasis kendaraan umum,” katanya.

Selain dari peresmian prasarana, ia juga mengatakan pada kesempatan ini juga diluncurkan aplikasi Jak Lingko yang diharapkan akan memberikan sistem yang lebih berkeadilan.

Maksudnya, ketika integrasi telah tuntas secara keseluruhan, akan ada penetapan harga yang berbeda di tiap-tiap penumpang. Anies menyebut hal ini juga yang banyak dilakukan oleh banyak kota-kota besar di negara maju.

“Sistem ini, bukan saja lebih nyaman, tapi lebih berkeadilan, karena nanti kalau sudah tuntas, proses integrasinya, sistem ini memungkinkan ada price differentiation, kita akan bisa berikan harga berbeda untuk penumpang berbeda,” tuturnya.

“Misalnya (harga untuk) veteran murah, pensiunan murah, pelajar, diberikan murah, kita bisa terapkan itu pada guru, pensiunan guru, orang-orang berjasa,” tambahnya.

Menhub Mendukung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan stasiun terintegrasi di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan stasiun terintegrasi di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2021).

Sementara itu, Menhub Budi mengatakan sebagai pemerintah pusat akan terus mendukung upaya-upaya perbaikan sistem transportasi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kami siap dukung dengan baik, dari sisi regulasi, ada omnibus law, kita akan hadirkan kemudahan-kemudahan, kami bikin mudah. Ini lakukan yang terbaik, pekerjaan harus terlaksana dengan baik,” katanya.

“Saya apresiasi Kemenbumn begitu sistematis, konsepsional, melakukan suatu pekerjaan dengan nyata dan diikuti DKI Jakarta jadi satu kebanggaan kita, semoga yang kita laksanakan ini jadi jalan baik,” tutup Menhub Budi.

Apalagi, menurutnya, Jabodetabek adalah kawasan aglomerasi yang cukup besar, yang memerlukan dukungan konektivitas transportasi yang baik.

“Jabodetabek adalah aglomerasi besar sekali, tak bisa biarkan jakarta itu sendiri, musti ada koneksi antara jakarta dan kota lain, dalam waktu dekat, manggarai akan jadi central station,” katanya.

“KAI sudah persiapkan dengan baik, dengan adanya (stasiun) Manggarai dikoneksikan dengan stasiun Tebet, semuanya untuk memastikan kemudahan masyarakat dari Jakarta ke Jawa Tengah (dan wilayah lainnya) bisa lebih mudah,” katanya.

Ekosistem Sehat

Lebih lanjut, Menteri Erick menyebut selain dari kolaborasi yang dilakukan, bahwa ekosistem kerja yang sehat juga perlu diperhatikan.

“Bagaimana kita bisa bentuk ekosistem sehat, bagaimana secara korporasi jalan, tapi secara pelayanan publik terus ditingkatkan,” katanya.

Ia melihat dengan adanya pembangunan stasiun Tebet, bisa memberikan dampak positif pada warga sekitar, selain dari pengguna moda transportasinya saja.

“Saya lihat bagaimana stasiun ini bukan saja memberikan service kepada warga sekitarnya, tapi juga UMKMnya hidup, yang hari ini terdampak covid-19,” katanya tegas.

Menutup sambutannya, Menteri Erick mengatakan akan terus mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta maupun program sinergi dengan Kementerian Perhubungan.

“Kementerian BUMN akan terus dukung program yang ada di DKI dan yang disinergikan dengan Kementerian Perhubungan dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel