Erick Thohir Singgung Korupsi di BUMN: Kita Tak Boleh Merem Mata Juga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir kembali menegaskan bahwa tindak pidana korupsi yang terjadi di dalam tubuh BUMN perlu ditindak dengan serius.

Ini agar jajaran pemimpin baru di perusahaan pelat merah tersebut tidak terseret dengan kasus yang telah terjadi lama.

Dia mencontohkan di dalam tubuh PT Perkebunan Nusantara dan PT Krakatau Steel yang telah dilakukan restrukturisasi dengan menunjuk dewan direksi dan komisaris baru. Usai restrukturisasi bahkan terjadi efisiensi kinerja perusahaan.

“Tapi kita gak boleh merem mata juga, kalau sebelum ini ada tindak pidana korupsi yang harus dipertanggungjawabkan, jangan sampai nanti direksi baru komisaris baru terkena. Karena dibilang pembiaran (terhadap tindakan korupsi),” tegas dia di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Khusus Krakatau Steel, saat ini sedang dilakukan proses restrukturisasi dalam menjawab masalah yang sedang terjadi. Meski dia tak menampik bahwa masalah investasi di sektor blast furnish perlu tetap ditindak lanjuti.

“Kalau ada indikasi korupsi harus diselesaikan, karena kenapa jangan nanti baru nanti mau berpartner, baru ribut, ini korupsi, akhirnya partnernya yang tadinya sudah semangat (malah) berhenti, apalagi (harga sektor) baja kan lagi naik industrinya. Dan ada harapan blast furnish ini bisa diperbaiki, karena baja-nya lagi naik, kalau baja-nya lagi turun harganya, ya gak bisa,” terangnya.

Ia menekankan, dengan adanya susunan direksi dan komisaris baru dari hasil restrukturisasi yang dilakukan perlu terlepas dari masalah lampau tersebut.

“Nah itu juga sama. supaya komisaris direksi yg baru hasil restrukturisasi ini sudah semangat kerjanya, yang dari tadinya rugi jadi untung mereka juga mesti terlepas bahwa ini kasus lama jangan mereka nanti sedang melakukan kegiatan ini jadi yang dibilang tadi pembiaran,” katanya.

Menunggu Proses

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir mengajak para finalis Girls Takeover mengunjungi langsung Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) di BRI—Pegadaian—PNM Unit Sentiong, Jakarta pada Selasa (28/09).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir mengajak para finalis Girls Takeover mengunjungi langsung Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) di BRI—Pegadaian—PNM Unit Sentiong, Jakarta pada Selasa (28/09).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjawab terkait proses penutupan tujuh perusahaan BUMN yang masih berjalan.

Ia meminta dukungan lebih besar untuk bisa memangkas proses pembubaran tersebut agar lebih cepat.

Untuk bisa melakukan tindakan dengan cepat, salah satu kuncinya adalah dengan adanya undang-undang BUMN.

“Kita perlu dapat support lebih supaya kita bisa menutup, dan melakukan penggabungan dengan waktu yang lebih cepat. Jadi menunggu Undang-undang itu jadi, saya rasa saya gak mau nunggu UU itu jadi kalau prosesnya itu bisa cepat, kenapa harus nunggu undang-undang, undang-undang itukan perlu proses,” ujar dia.

Dia mencontohkan langkah penggabungan beberapa perusahaan pelat merah dengan waktu yang lama.

“Seperti yang kemarin terjadi penggabungan dari Perinus, Pelindo itu kan bisa terjadi gak perlu undang-undang, tapi 9 bulan lebih,” tuturnya.

Dia menegaskan untuk membubarkan BUMN itu perlu proses persetujuan yang panjang. Sehingga ia perlu mendorong terkait pembentukan UU BUMN yang isinya memberikan kewenangan Kementerian BUMN untuk bisa melakukan tindakan dengan cepat.

“Proses pembubaran bumn itu perlu persetujuan panjang, kita harap rencana UU BUMN ini kan ini inisiasi DPR loh, jadi kalau DPR-nya saja melakukan dorongan untuk perubahan yang sangat signifikan di BUMN masa kita gak melakukan yang secara kebersamaan, saya lihat ini beberapa peran BUMN ini perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel