Erick Thohir Soal Anggaran Kereta Cepat Bengkak: Lebih Mahal Kalau Ditunda

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir belum mengungkapkan besaran kelebihan biaya atau cost over run dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Namun dia memastikan, jika pembangunan ditunda maka akan memakan biaya yang jauh lebih mahal.

Hal ini berkaitan juga dengan penyertaan modal negara (PMN) yang dikucurkan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencapai Rp 4,1 triliun, yang digunakan untuk tambahan modal percepatan pembangunan KCJB yang digarap konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China.

Erick menyebut, besaran cost over run mega proyek KCJB ini menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Namun, dia belum mengungkap besarannya.

"Itu kan BPKP urusannya," kata dia kepada wartawan di Perpustakaan Nasional RI, Rabu (3/8).

Mengenai pembengkakan biaya, Erick menyebut biaya pembangunan dari tahun ke tahun selalu meningkat. Dia mencontohkan, biaya pembangunan rumah yang naik hingga 40 persen dalam satu tahun. "Kereta cepat sama, kalau kereta cepat ini terus ditunda, harga pembangunannya tahun depan lebih mahal lagi, artinya harus segera diselesaikan," terang dia.

Dalam struktur konsorsium dan pembiayaan proyek ini, sebesar 75 persen pembangunan berasal dari pinjaman, Sementara 25 persen sisanya dari equity, 75 persen dananya itu berasal dari bank China atau China Development Bank (CDB).

"25 persennya equity, di mana Indonesia (porsinya) 55 (persen), China 45 persen. Artinya apa? PMN yang mau diberikan itu bagian dari equity, karena pinjamannya kan ditambah," ungkapnya.

Kendati begitu, dia enggan berbicara lebih lanjut mengenai potensi adanya investor yang masuk untuk menggarap KCJB. "Itu sampai hari ini konteksnya itu, jadi belum bicara yang lebih," ujar dia.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel