Erick Thohir Tak Bisa Lupa Kenangan Soal Stasiun Tebet, Apa Itu?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku punya kenangan tersendiri ketika berkunjung ke Stasiun Tebet. Sebab daerah itu menjadi tempat bermain semasa kecilnya dengan teman-temannya, mulai dari bersepeda hingga lainnya.

"Stasiun Tebet punya kenangan tersendiri bagi saya dan teman-teman semasa kecil karena rumah masa kecil saya hanya berjarak kurang 500 meter dari sini," tulis Menteri Erick dikutip dari laman instagram @erickthohir, Kamis (30/9).

Seperti diketahui, Mantan Bos Inter Milan itu menghadiri acara revitalisasi dan penataan kawasan Stasiun Tebet pada Rabu (29/9) kemarin.

Selain, Menteri Erick beberapa pejabat juga hadir diantaranya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, dan Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia Muhamad Kamaluddin.

"Siapa sangka kini saya turut meresmikan Stasiun Tebet yang telah menjadi stasiun strategis terintegrasi. Siap melayani ribuan pengguna transportasi umum," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Persepsi Negatif Jakarta

Stasiun Tebet
Stasiun Tebet

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, integrasi tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Hal ini membuktikan persepsi negatif mengenai Jakarta perlahan bisa memudar.

"Ada dua hal yang bisa kita berikan untuk membuka mata banyak pihak, bahwa kalau kita kolaborasi, kerjanya pakai hati, dan serius mengerjakannya," kata Erick Thohir, Jakarta, Rabu (29/9).

"InsyaAllah ini bisa membuktikan persepsi negatif yang selama ini terbentuk mengenai Jakarta, yang dibilang kota tua, kota ini, kota itu, bahwa bisa kembali dibenahi dan bangkit, karena memang ini Ibukotanya Indonesia saat ini," sambungnya.

Erick Thohir mengatakan, kolaborasi ini membuktikan persepsi yang digalang di banyak negara bahwa Indonesia terburuk. "Jakarta disebut terburuk kita jawab dengan bekerja, tidak dengan omongan," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel