Erick Thohir Tegaskan Kebutuhan PMN Mayoritas untuk Penugasan Proyek Strategis

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian BUMN mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp 72,44 triliun. PMN ini ditargetkan dapat menyeimbangkan jumlah penerimaan negara dari BUMN yang mencapai Rp 3.295 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, PMN ini sebagian besar akan digunakan untuk penugasan proyek strategis dengan porsi 80,7 persen yang dilakukan Hutama Karya, PLN, KAI hingga Damri.

"Tentu kita tekankan sekali lagi, PMN ini mayoritas penugasan, yang sudah dilakukan sebelum kami semua ada di sini. Kami harus menyelesaikan sesuai dengan amanah penugasan ini," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (14/7/2021).

Sementara itu, 6,9 persen porsi PMN akan digunakan untuk merestrukturisasi sejumlah BUMN diantaranya BPUI (Jiwasraya) dan Waskita. Lalu, sisanya, 12,42 persen digunakan untuk pengembangan bisnis (BNI dan BTN).

Untuk tahun 2021, Kementerian BUMN juga telah mengusulkan PMN tambahan senilai Rp 33,9 triliun untuk penugasan Hutama Karya dan KAI (76,69 persen) dan restrukturisasi Waskita Karya (23,31 persen).

"Dan tentu kita ingin jadi bagian yang peduli bagaimana infrastruktur bisa berjalan dengan baik dan jadi fondasi pembangunan ekonomi kita ke depan," paparnya.

12 BUMN Diusulkan Dapat Suntikan PMN Rp 72 Triliun, Ini Rinciannya

Menteri BUMN, Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri BUMN, Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajukan proposal Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 72 triliun di 2022. Suntikan dana tersebut untuk 12 BUMN.

Erick Thohir merincikan, BUMN yang mendapat suntikan paling besar adalah Hutama Karya (HK). BUMN karya ini diusulkan dapat PMN Rp 31 triliun untuk pembangunan jalan tol. Kemudian untuk permodalan holding pariwisata sebesar Rp 9 triliun.

"Ada penambahan permodalan holdingisasi pariwisata sebesar Rp 9 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi serta pembebasan lahan dan penyelesajan proyek kawasan KEK Mandalika," ujarnya dalam rapat di DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2021).

BUMN selanjutnya adalah PT PLN (Persero) yang diusulan dapat PMN Rp 8,2 triliun untuk program pendanaan infrastruktur kentenagalistrikan. PT BNI Tbk juga mendapat Rp 7 triliun untuk penguatan modal dalam meningkatkan Tier I Capital dan CAR.

Selanjutnya, PT KAI (Persero) sebesar Rp 4,1 triliun untuk penugasan dalam rangka menjalankan PSN Kereta Cepat. Lalu Waskita Karya, ini untuk penguatan modal sebesar Rp 3 triliun.

"Lalu IFG untuk restrukturisasi Jiwasraya Rp 2 triliun. Restrukturisasi Jiwasraya sampai saat ini sudah selesai 99 persen untuk seluruh polis per 31 Mei 2021," katanya.

Lalu Adhi Karya, untuk penyelesaian tol DIY-Bawen dan proyek SPAM Karian Rp 2 triliun. Perumnas sebesar Rp 2 triliun untuk penugasan program perumahan rakyat. BTN Rp 2 triliun untuk pengembangan bisnis.

Lalu RNI sebesar Rp 1,2 triliun untuk penguatan industri pangan dan Damri Rp 0,2 triliun untuk penugasan penyediaan armada.

"Total secara keseluruhan mencapai kurang lebih sekitar Rp 72 triliun," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel