Erick Thohir Tekankan Pentingnya Membangun Ekosistem Pariwisata Berbasis Digital

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah saat ini sedang fokus membangun ekosistem pariwisata berbasis digital di dalam negeri. Sebab, potensinya cukup besar lantaran di 2024 hingga 2036 itu mayoritas penduduk Indonesia di bawah 40 tahun.

"Artinya market-nya cukup besar tentu mereka yang menciptakan trend center. Kita sedang fokus membangun ekosistem, dimana kalau kita lihatkan semua negara sekarang membangun ekosistem sendiri-sendiri, dan ekosistem yang itu bisa enggak memenangkan persaingan dengan ekosistem negara lain," kata Menteri BUMN Erick Thohir, dalam Konferensi pers CXO Media, Rabu (12/1/2022).

Erick mencontohkan negara Korea Selatan. Korea Selatan merupakan negara baru yang membangun ekosistem pop culture. Padahal sebenarnya Korea Selatan jauh tertinggal dengan Jepang dan Amerika, tetapi kata Erick buktinya mereka 10 tahun terakhir berhasil.

"Itulah yang kita lihat sebagai Kementerian BUMN karena kita punya infrastruktur yang sangat besar ada Telkom, Telkomsel, ada BNI sebagai perbankan, termasuk pembangunan pariwisata pun, saya mau bicara Nusa Dua, Mandalika, ekosistem ini yang kita dorong," ujarnya.

Sehingga ekosistem ini bisa mendukung ide-ide kreatif generasi muda Indonesia untuk bisa berkarya karena ini momentum penting.Tetapi yang menjadi catatan besar selama ini kan generasi muda Indonesia Itu posisinya hanya konsumtif, bukan produktif.

"Nah ini yang mesti dirubah pola pikirnya bagaimana justru generasi muda ini menjadi produktif saat bersamaan market nya itu buat market Indonesia. Contoh saja, kita bicara mengenai dukungan kepada ekosistem parawisata," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Membangun Ekosistem

Nusa Penida Bali (dok.wikimedia commons)
Nusa Penida Bali (dok.wikimedia commons)

Tetapi selama ini kita tidak membangun infrastrukturnya. Padahal komunitas untuk berwisata dalam negeri potensinya besar. Oleh karena itu, Pemerintah meluncurkan holding pariwisata untuk mendukung pembangunan tourism dalam negeri.

"Kita bicara contoh kecil, kalau di Amerika itu yang namanya makan di restoran aja ada ratingnya, kita nggak punya rating gitu. Mungkin BUMN dan CXO Media bangun rating tujuan wisata untuk generasi muda, yang memang cocok dengan community nya," tegasnya.

Kolaborasi inilah yang akan Pemerintah dorong ke depan. Jika dilihat lebih dalam, kata Erick, orang Amerika itu jarang pergi ke luar negeri karena mereka membangun ekosistem pariwisatanya.

Sementara masyarakat Indonesia masih sering keluar negeri, misalnya rumah sakit luar negeri, pendidikan luar negeri, jalan-jalan ke luar negeri.

"Hal itu bukan berarti kita anti asing. Tapi Bagaimana membalance market kita yg besar itu untuk kepentingan daripada job creation dan pembukaan daripada new bisnis untuk new generation kita," pungkas Erick.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel