Erick Thohir Tunggu Hasil Konkret Pembentukan BUMN Pangan ID FOOD

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir resmi melakukan launching BUMN Pangan 'ID FOOD' di Jakarta, Rabu (12/1). Proses pembentukan holding pangan ini telah selesai dilaksanakan yang ditandai dengan penandatanganan akta inbreng saham pada tanggal 7 Januari 2022.

Menteri Erick Thohir menekankan, launching dilakukan pada hari ini bukan hanya sekedar peluncuran logo secara simbolik saja. Namun lebih kepada bagaimana hasil akan didapat ke depan.

"Peluncuran ID FOOD ini saya sudah tekankan kepada para direksi, yang di ID Food, apa konkret hasilnya? Dan saya minta seluruh direksi BUMN di sini yang hadir, harus menjadi ekosistem itu," katanya dalam sambutannya.

Menurutnya, BUMN Pangan saat ini sudah punya modal besar dengan memiliki produk yakni program makmur. Di mana target daripada program ini mencapai 85.000 hektare (Ha).

"Ini artinya ID FOOD kita dorong, untuk melakukan perbaikan supply chain pangan kita yang selama ini tidak ada kepastian, dan tidak ada koordinasi satu sama lainnya," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Holding Pangan

Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan, launching identitas baru Holding Pangan pagi ini menjadi pemicu semangat untuk mewujudkan tiga objektif yang mendukung ketahanan pangan nasional, inklusivitas bagi petani peternak dan nelayan, serta menjadi perusahaan pangan berkelas dunia.

"Semoga pangan holding BUMN pangan dapat memberikan peran yang lebih pada ekosistem pangan nasional sehingga dapat hadir," katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel