Erick Thohir Tunjuk Milenial Berumur 35 Tahun Jadi Komisaris di Anak Usaha PGN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk salah satu generasi milenial menduduki kursi komisaris di PT PGAS Solution. Sosok itu adalah Arya Anugrah Pratama Kuntadi yang ditunjuk jadi salah satu komisaris anak perusahaan PGN tersebut.

Kabar ini menunjukkan adanya porsi milenial di barisan komisaris perusahaan tersebut. Arya Kuntadi diangkat jadi Komisaris per 6 Oktober 2021 lalu. Hal ini diketahui dari unggahan akun resmi PT PGAS Solution, @pgn_solution.

“Selamat Bertugas Bapak Arya Anugrah Pratama Kuntadi menjadi salah satu Komisaris PT PGAS Solution per tanggal 6 Oktober 2021,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu (7/11/2021).

Langkah ini, disebut-sebut jadi gebrakan bahwa usia bukan jadi satu tolok ukur seseorang dapat berkontribusi dan memajukan bangsa.

“Untuk menjadi #PejuangNegeri PenjagaEnergi tidak ada kata terlalu muda atau terlalu tua. Berikan ide-ide baru, gebrakan baru, demi memajukan #energibaik di Indonesia,” seperti tertulis.

Informasi, Arya yang lahir di Jakarta, 27 Januari 1986 ini jadi salah satu dari empat komisaris di PT PGAS Solution.

Ia sempat mengenyam pendidikan dan mendapatkan gelar Masters of Public Policy (M.P.P), GRIPS (National Graduate Institutes of Policy Studies) di Tokyo, Japan pada 2009 lalu.

Susunan Komisaris dan Direksi

PGN LNG (Dok: PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGAS)
PGN LNG (Dok: PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGAS)

Susunan Komisaris

Mengutip laman resmi pgn-solution.co.id, dengan masuknya Arya sebagai komisaris, berikut ini susunan komisaris dan direksi PGAS Solution.

Komisaris Utama: Arie Nobelta Kaban

Komisaris: Upik Jamil

Komisaris: Andi Wibowo

Komisaris: Arya Anugrah Pratama Kuntadi

Direksi

Direktur Utama: Erwin Simanjuntak

Direktur Operasi: Aldiansyah Idham

Direktur Teknis & Pengembangan: Lebinner Sinaga

Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis: Ariadi

Janji Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir beserta delegasi Indonesia yang diketuai Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat pemerintahan China, pada Sabtu, 5 Mei 2021. Dok BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir beserta delegasi Indonesia yang diketuai Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat pemerintahan China, pada Sabtu, 5 Mei 2021. Dok BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menguatkan ikrar untuk merombak komposisi eksekutif di BUMN. Salah satunya dengan memberikan sekitar 15 persen kursi di jajaran direksi untuk kelompok perempuan dan generasi milenial.

"Saya ingin komposisi direksi BUMN ada 15 persen dari perempuan. Saya juga mau ada direksi BUMN ada yang usianya di bawah 40 tahun, jumlahnya paling tidak 15 persen," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia pun berjanji untuk memberikan beasiswa kepada para milenial di perusahaan milik negara yang memiliki potensi. Itu akan dilaksanakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang difokuskan pada pendidikan.

Erick mencontohkan jika dirinya ingin memberikan beasiswa kepada para Account Officer (AO) di PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang mayoritas merupakan golongan milenial tamatan SMA.

"Saya berharap nanti PNM, para direksinya yang hadir, bisa memberikan kesempatan pada AO-AO kita mendapat pendidikan yang jauh lebih tinggi lagi dari program CSR daripada BUMN," pintanya.

"Saya yakin ada AO-AO yang bisa juga jadi direksi. Tetapi tentu harus diawali dengan pendidikan yang lebih baik," kata Erick Thohir.

PNM pun diminta untuk memetakan siapa saja AO yang punya kinerja terbaik, untuk kemudian menyekolahkannya kembali guna mencapai pendidikan lebih tinggi.

"Dari kementerian kami nanti cari solusi, dalam arti beri beasiswa pada AO yang ada di PNM. Insya Allah, saya minta para direksi terus tanggung jawab atas program ini," tukas Erick Thohir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel