Erick Thohir Ungkap Alasan Kucurkan Modal Rp 7,5 T ke Hutama Karya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan alasan pemerintah mengucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun kepada Hutama Karya. Modal tersebut akan digunakan untuk penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera.

"Khususnya buat Hutama Karya, ini memang bagian penyelesaian dari jalan Tol Trans Sumatera, yang memang bagian dari keberpihakan kita bahwa pertumbuhan ekonomi juga harus terjadi di Sumatera bukan hanya di Jawa," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/6).

Erick Thohir mengatakan, saat ini proyek pengerjaan jalan tol menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga, perlu ada tambahan modal agar pekerja dan perusahaan bisa tetap menjalankan pengerjaan proyek.

"Program proyek padat karya yang kondisi hari ini memerlukan tenaga kerja banyak berlangsung di Hutama Karya. Ini menjadi hal yang sangat penting. Kita juga tidak hanya ujuk-ujuk meminta PMN tapi bersama-sama mencari solusi lain karena kita tahu beban dari Menkeu dan pemerintah juga berat," jelasnya.

Dia menambahkan, Hutama Karya sudah menerbitkan global bond sebesar USD 600 juta dengan tenor 10 tahun. Utang tersebut digunakan membantu pengerjaan sejumlah proyek di bawah Hutama Karya.

"Alhamdulillah kita bisa menerbitkan global bond USD 600 juta untuk 10 tahun. Jadi yang namanya proyek jangka panjang dibiayai oleh utang jangka panjang. Kepercayaan dunia internasional kepada kami terbukti khususunya seperti hk dananya sangat kompetitif," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Erick Thohir Resmi Pangkas BUMN Jadi 107 Perusahaan

Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi memangkas jumlah BUMN di Indonesia. Dari sejumlah 142 BUMN, kini tersisa 107 perusahaan.

"Sebagai informasi, dari 142 BUMN sekarang kita bisa mengkategorikan yang namanya BUMN sebanyak 107," ujarnya dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Dia mengatakan, pemerintah masih akan melakukan restrukturisasi hingga mencapai 70 perusahaan. Hal ini dilakukan agar kinerja BUMN semakin baik.

"Ini juga bagian dari kita menyehatkan BUMN dan memperbaiki kondisi internal yang akhirnya menghasilkan kinerja yang kita harapkan dan tentu saat ini situasi Covid-19 tentu saat tepat," katanya.

Kinerja BUMN di Tengah Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat bersama DPR di Ruang Pansus B Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Rapat membahas antisipasi skema penyelamatan perbankan akibat COVID-19 ini juga diikuti Gubernur BI, Pimpinan BIN, hingga Pimpinan KPK. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Hingga kini, kata Erick Thohir, 90 persen kinerja BUMN terkoreksi akibat pandemi Virus Corona. Sementara yang mampu bertahan hanya sekitar 10 persen.

"Kita tahu 90 persen dari dunia usaha akan terkoreksi, hanya 10 persen saja yang saat ini bisa sustain di industri kesehatan, makanan, teknologi, telekomunikasi dan lainnya," tandasnya.

 

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: