Erick Thohir: Wujudkan Pemerataan Ekonomi Itu Ibarat Menyeduh Kopi

Liputan6.com, Jakarta - Membangun kembali ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 menjadi tantangan setiap negara, termasuk Indonesia. Mengingat fenomena pandemi yang menyerang secara global membuat setiap negara harus mencari inovasi baru guna menggerakkan roda perekonomian.

Melihat hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan dalam mengelola perekonomian di tengah krisis pandemi Covid-19 sama seperti dengan membuat kopi.

Perumpamaan yang dipaparkan membuatnya teringat akan almarhum sang ayah yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan di Indonesia melalui pembuatan kopi. Keselarasan antara komposisi yang ada dalam kopi harus merata agar dapat menghasilkan sesuatu yang nikmat.

“Kopi itu ada kopinya, airnya, gulanya ada susunya,” jelas Thohir, Selasa (01/02/2021).

Campuran dari berbagai komposisi yang berbeda menunjukkan kondisi perekonomian di Indonesia yang harus bisa merata agar dapat memberikan rasa nikmat sehingga dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, dalam unggahan video singkat di Instagram resminya, tertulis “Begitu pula ekonomi Indonesia, harus merata. Menyebar dilakukan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,”

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

UMKM Sebagai Tulang Punggung

Thohir kembali menjelaskan kembali bahwa kemerataan yang terjalin dapat menghasilkan rasa yang lebih nikmat. “Beliau mengajarkan saya, tidak bisa ekonomi ini tidak merata, terutama pada kondisi COVID-19 saat ini,” ujarnya saat menjelaskan hubungan antara kopi dan perekonomian Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki, melansir dari Merdeka.com, mengatakan usaha di tengah pandemi ini dapat menjadi momentum kebangkitan pelaku usaha kecil.

Dengan begitu, selaku Menteri dari BUMN ingin terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), upaya dari pemerataan tersebut akan terus dimaksimalkan.

Alasannya karena di tengah pandemi UMKM paling terkena dari dampak krisis ekonomi. Ditambah, UMKM telah menjadi tulang punggung Indonesia. Tidak heran, apabila pelaku usaha kecil mendapat banyak dukungan guna untuk meningkatkan kualitas pasar agar dapat bersaing lebih baik lagi.

“Saya ingin memastikan bahwa ekonomi Indonesia harus seimbang,” tutup Thohir.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel