Eropa bersiap lebih longgarkan lockdown di tengah naiknya harapan pandemi virus melamban

Madrid (AFP) - Eropa pada Minggu bersiap untuk pelonggaran pembatasan virus corona lebih lanjut secara hati-hati setelah ada petunjuk pandemi ini mungkin melambat, setelah warga Spanyol berbondong-bondong ke jalan-jalan untuk joging, bersepeda dan bersepatu roda untuk pertama kalinya setelah 48 hari terkurung.

Lebih dari 242.000 orang meninggal dunia dan 3,4 juta terinfeksi di seluruh dunia akibat virus yang telah membuat separuh umat manusia di bawah berbagai macam lockdown dan mendorong ekonomi global ke arah penurunan terburuk sejak Depresi Besar.

Mengingat adanya petunjuk penyebaran penyakit menular ini telah berhasil dikendalikan, beberapa bagian Eropa dan Amerika Serikat mulai mencabut batasan untuk mencoba menyuntikkan kehidupan ke dalam ekonomi yang dilumpuhkan oleh penutupan selama berminggu-minggu dan meredakan tekanan terhadao pendudukan yang tertawan.

Setelah dikurung dua bulan di Italia - dengan jumlah kematian virus tertinggi kedua di dunia - orang-orang pada Senin dibolehkan berjalan-jalan di taman dan mengunjungi kerabat. Restoran bisa buka untuk pesan makanan dan dibawa pulang serta toko grosir dapat melanjutkan bisnis.

Dan di Hungaria, beberapa toko dan museum, ruang terbuka restoran dan hotel, pantai dan pemandian dapat dibuka kembali mulai Senin - tetapi pembatasan akan tetap di ibukota Budapest, yang telah mencatat sekitar 70 persen dari kasus negara.

Jerman juga akan melanjutkan pelonggarannya awal pekan ini, dengan sekolah-sekolah di beberapa daerah diperkirakan dibuka kembali, sementara Slovenia dan Polandia membolehkan beberapa bisnis dan ruang publik untuk beroperasi kembali.

Prancis mengatakan negara itu akan mencabut lockdown sebagian pada 11 Mei.

Tetapi mengingat para pakar kesehatan memperingatkan bahwa penyakit ini bisa menyerang sekali lagi, mereka tetap berpegang pada langkah-langkah menjaga jarak sosial, penggunaan masker dan lebih banyak pengujian untuk mencoba melacak infeksi.

"Kami harus menjaga jarak sosial, tingkat kebersihan maksimum, dan masker. Kami telah melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kami. Mulai Senin, terserah kamu," kata pejabat tanggap darurat Italia Domenico Arcuri.

Terlepas dari kekhawatiran yang masih ada, ada kegembiraan dan kelegaan di Spanyol pada Sabtu, di mana orang dibolehkan berolahraga dan berjalan dengan bebas setelah pemerintah mengurangi tujuh pekan lockdown ketat di sebuah negara dengan salah satu jumlah kematian tertinggi pada lebih dari 25.000.

"Setelah berminggu-minggu di kurungan, saya sangat ingin keluar, lari, melihat dunia," kata penasihat keuangan Marcos Abeytua di Madrid. "Kemarin saya seperti anak kecil di Malam Natal."

Di seberang Atlantik, tekanan melonggarkan langkah-langkah virus sangat kuat kepada para pemimpin di Amerika Serikat, di mana ekonomi terpukul dengan puluhan juta orang menjadi pengangguran dan protes anti-lockdown meletus di banyak daerah.

Kerumunan demonstran, beberapa bersenjata, mengecam lockdown di New Hampshire dan Kentucky, sementara di Huntington Beach California, beberapa peselancar menentang perintah menjauhi pantai.

"Berselancar adalah bisnis penting di sini, kawan!" kata Todd yang berusia 25 tahun kepada AFP.

Amerika Serikat memiliki jumlah kematian akibat virus corona terbanyak di dunia dan Presiden Donald Trump ingin melakukan perubahan haluan untuk membantu mengurangi kepedihan ekonomi.

Investor miliarder Warren Buffett optimistis. Dia mengatakan pada Sabtu bahwa dia yakin ekonomi Amerika akan bangkit kembali karena "sihir Amerika selalu menang" - meskipun masih jauh dari pasti apakah pemulihan akan muncul pada waktunya untuk membantu Trump memenangi lagi pemilu pada November.

Ada petunjuk pandemi melambat di beberapa bagian Amerika Serikat.

Di New York City, yang menjadi pusat wabah AS, sebuah rumah sakit lapangan darurat yang didirikan di Central Park akan ditutup, kata badan amal Kristen yang menjalankan rumah sakit ini Sabtu, ketika kasus virus menurun di kota ini.

Tetapi pihak berwenang khawatir membiarkan pertahanan mereka terlalu cepat mengingat kekhawatiran virus itu dapat mendatangkan malapetaka pada masyarakat yang paling rentan di Amerika Serikat.

Gelombang besar infeksi melanda para penghuni penjara Amerika - terbesar di dunia dengan 2,3 juta - dengan kematian akibat virus corona akibat meningkatnya kasus di penjara di seluruh negeri.

Kerusuhan karena perlindungan yang tidak memadai dan respons yang lambat dari pihak berwenang telah terjadi di penjara di negara bagian Washington dan Kansas.

"Segala sesuatunya di luar batas dari fasilitas ini," kata Brian Miller, seorang petugas di penjara Marion di Ohio. "Sekarang ini neraka."

Selain Eropa, negara-negara di tempat lain juga santai dengan beberapa tindakan virus corona.

Singapura telah mengumumkan akan secara bertahap melonggarkan beberapa batasannya, sementara Turki pada Sabtu mengatakan akan mencabut pembatasan ekspor pasokan medis.

Thailand membolehkan kegiatan usaha seperti restoran, salon rambut, dan pasar luar ruangan untuk buka kembali pada Minggu sepanjang mempertahankan jaga jarak sosial dan memberlakukan pemeriksaan suhu.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa beberapa negara masih dalam tahap pertama wabah mereka dan keadaan bisa menjadi lebih buruk lagi.

Di sebuah pertanda korban emosi pandemi ini, keluarga para korban virus corona di Filipina ditolak mengadakan upacara kematian tradisional karena kremasi pribadi yang terburu-buru, dengan pembatasan virus sering kali berarti mereka tidak dapat melihat terakhir kalinya orang-orang yang mereka cintai.

Leandro Resurreccion IV (26) tidak diizinkan mengunjungi ayahnya karena dia sekarat di rumah sakit akibat virus corona, dan tidak pernah melihat mayatnya - hanya plastik yang membungkusnya.

"Fakta bahwa ... keluarga saya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal mungkin menjadi hal paling tragis kedua yang terjadi setelah ayah saya meninggal dunia," kata dia.

burs-qan/amj