Eropa bersiap longgarkan lockdown setelah ada petunjuk pandemi menyurut

Roma (AFP) - Negara-negara Eropa pada Minggu bersiap kian memperlonggar pembatasan virus corona namun lebih berhati-hati setelah ada petunjuk pandemi ini mungkin melambat di mana Italia yang paling terpukul saja bakal mengikuti Spanyol dalam membolehkan warganya ke luar rumah setelah berminggu-minggu terkurung.

Lebih dari 243.000 orang meninggal dunia dan 3,4 juta terinfeksi di seluruh dunia oleh virus yang membuat separuh umat manusia berada di bawah berbagai bentuk lockdown dan mendorong perekonomian global ke arah penurunan terburuk sejak Depresi Besar.

Dengan adanya petunjuk penyebaran penyakit ini mulai terkendali, beberapa bagian Eropa, Asia dan Amerika Serikat mulai mencabut batasan guna berusaha menyuntikkan kehidupan ke dalam perekonomian yang dilumpuhkan oleh penutupan selama berpekan-pekan dan meringankan tekanan terhadap penduduk yang letih terkurung.

Setelah lockdown dua bulan, warga Italia pada Senin akan dibolehkan jalan-jalan di taman dan mengunjungi kerabat. Restoran-restoran bisa buka untuk layanan bawa pulang dan toko-toko grosir bisa lanjut lagi berusaha, namun ada sedikit kebingungan mengenai tingkat pelonggaran lockdown itu.

Warga kota Roma beraerobik di teras atap mereka dan berolahraga di dalam ruangan pada Minggu dan lapangan-lapangan di pusat kota yang umumnya kosong melompong pada hari terakhir warga Italia diwajibkan tetap berada dalam jarak 200 meter dari rumah mereka.

"Di satu sisi, kami sangat bersemangat untuk buka kembali, kami sudah mengatur berbagai kegiatan yang anak-anak bisa lakukan dengan kakek-nenek mereka di luar ruangan, bercengkerama di taman, semacam itulah. Anak-anak tidak sabar bertemu mereka," kata warga Roma Marghe Lodoli, yang memiliki tiga anak.

"Di sisi lain membingungkan. Aturannya tidak jelas."

Pihak berwenang Italia mengatakan beberapa langkah pencegahan masih diperlukan di negara yang memiliki jumlah korban meninggal dunia akibat virus ini yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Beberapa industri termasuk sektor otomotif dan konstruksi mulai lagi beroperasi.

Tetapi ke-20 wilayah di Italia memberlakukan aturannya sendiri-sendiri yang menyebabkan beberapa orang kebingungan tentang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan. Veneto dan Calabria mencabut lockdown lebih awal dan membolehkan bar serta restoran buka di bagian outdoor-nya.

Di tempat lain di Eropa, Jerman akan melanjutkan pelonggarannya Senin, sedangkan Slovenia, Polandia dan Hungaria akan membolehkan sebagian ruang publik dan bisnis buka kembali.

Petunjuk lain bahwa kehidupan sudah kembali, menteri dalam negeri dan olah raga Jerman mengatakan pada Minggu bahwa dia mendukung dimulainya lagi musim kompetisi sepak bola di negara itu bulan ini sepanjang tim-im menghormati aturan kesehatan.

Pemerintah Inggris akan menyingkapkan "peta jalannya" sendiri dalam memudahkan negara itu keluar dari lockdown pekan ini setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan negara itu sudah "melewati puncak" wabah.

Mengingat para pakar kesehatan sudah memperingatkan bahwa penyakit ini bisa saja menyerang lagi, pemerintah berusaha menyeimbangkan pelonggaran pembatasan guna mengangkat perekonomian yang sudah terpukul, dengan risiko munculnya wabah baru.

Meskipun ada langkah-langkah mengurangi pembatasan di seluruh dunia, lebih dari 4,6 miliar manusia masih dalam berbagai bentuk lockdown atau kewajiban tetap mengurung diri di rumah.

Sebagian besar pemerintah berpegang teguh kepada langkah-langkah mengendalikan penyebaran virus -jaga jarak sosial dan bermasker di tempat umum- dan memperbanyak tes COVID-19 guna melacak infeksi bahkan ketika mereka merelaksasi aturan yang mengendalikan pergerakan manusia.

Masker wajah akan diwajibkan di angkutan umum mulai Senin di Spanyol, di mana orang dibolehkan pergi ke luar rumah demi berolahraga dan jalan santai Sabtu setelah terkunci selama 48 hari.

Bahkan ketika sejumlah negara Eropa secara bertahap mencabut pembatasan, para pejabat di Moskow yang menjadi pusat penyebaran wabah di Rusia mendesak penduduk tetap diam di rumah.

Mengingat jumlah kasus yang bertambah ribuan setiap hari, Rusia kini menjadi negara Eropa yang paling banyak mengalami infeksi baru.

Para pemimpin Eropa mendukung prakarsa Brussels untuk mengumpulkan 7,5 miliar euro guna mengatasi pandemi dan mengumpulkan dana dalam upaya menemukan vaksin COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan dukungan mereka dalam sebuah surat terbuka di berbagai surat kabar akhir pekan ini.

Ketika kian bertambahnya tekanan terhadap pemerintah di seluruh dunia agar menyeimbangkan persyaratan kesehatan masyarakat dengan kebutuhan meringankan sakitnya keadaan perekonomian, sejumlah negara di Asia mengumumkan langkah-langkah pelonggaran yang serupa.

Korea Selatan yang pernah menjadi negara terparah kedua di planet ini mengatakan pada Minggu akan mengurangi larangan berkerumun dan acara selama diadakan dengan "mengikuti langkah-langkah disinfeksi".

Thailand membolehkan kegiatan usaha seperti restoran, salon rambut, dan pasar luar ruangan buka kembali selama jaga jarak sosial diterapkan dan pemeriksaan suhu dilakukan.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa banyak negara masih belum melalui level terburuknya.

Filipina menangguhkan semua penerbangan ke dalam dan ke luar negeri selama satu pekan mulai Minggu dalam upaya mengurangi tekanan terhadap fasilitas-fasilitas karantina yang kelebihan beban.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan masjid akan buka kembali di sebagian besar Republik Islam ini setelah ditutup awal Maret lalu dalam rangka membendung wabah COVID-19 paling mematikan di Timur Tengah ini.

Namun, Rouhani memperingatkan bahwa di samping akan buka kembali "dengan tenang dan bertahap", Iran juga harus bersiap menghadapi "skenario buruk".

Para pemimpin AS menghadapi tekanan besar untuk meredakan langkah-langkah virus karena perekonomian telah dihantam dengan puluhan juta orang menganggur.

Amerika Serikat mencatat kematian akibat virus korona terbanyak di dunia dan Presiden Donald Trump ingin melakukan pembalikan demi membantu mengurangi kesulitan ekonomi.

Florida berencana melonggarkan lockdown Senin saat pihak berwenang di negara bagian-negara bagian lain bergulat dengan tekanan para demonstran yang beberapa di antaranya bersenjata yang bersatu menentang lockdown.

Ada petunjuk bahwa pandemi melambat di beberapa bagian Amerika Serikat.

Di New York City yang menjadi pusat wabah di AS, sebuah rumah sakit lapangan darurat yang didirikan di Central Park bakal ditutup, kata badan amal Kristen yang mengoperasikan rumah sakit lapangan ini Sabtu, mengingat kasus virus di kota ini sudah menurun.

Namun pihak berwenang khawatir membiarkan pertahanan mereka terlalu cepat dibuka karena takut virus itu bisa mendatangkan malapetaka kepada masyarakat paling rentan di Amerika Serikat.

Gelombang besar infeksi melanda para penghuni penjara di Amerika yang merupakan yang terbesar di dunia dengan 2,3 juta narapidana. Korban meninggal dunia akibat virus corona di berbagai penjara di seluruh negeri itu terus bertambah.

Kerusuhan akibat perlindungan yang tidak memadai dan respons lamban dari pihak berwenang, pecah di sejumlah penjara di negara bagian Washington dan Kansas.

burs-pm/txw