Eropa mulai buka kembali perbatasan namun perjalanan belum bebas

Oleh Philip Blenkinsop

Brussels (Reuters) - Negara-negara Eropa pada Senin melonggarkan pengendalian perbatasan setelah memberlakukan penguncian terkait virus corona. Namun, pembatasan yang masih diterapkan Spanyol, tambal sulam aturan pembatasan di tempat lain serta berbagai cara baru untuk menjalankan pekerjaan berarti tingkat perjalanan seperti sebelum pandemi masih lama akan terwujud.

Wilayah Schengen yang mencakup 22 negara Uni Eropa, ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss, mengoperasikan penyeberangan tanpa pemeriksaan. Sebelumnya, sebagian besar penyeberangan ditutup selama tiga bulan, kecuali untuk lalu lintas barang dan pekerja bidang yang kritis.

Komisaris Dalam Negeri Eropa Ylva Johansson mendesak negara-negara anggota Schengen pekan lalu untuk mencabut kontrol perbatasan internal pada Senin demi memungkinkan pembukaan kembali ke negara-negara lain secara bertahap mulai Juli.

Langkah itu dapat membantu menyelamatkan sebagian dari musim panas bagi industri perjalanan dan pariwisata Eropa yang babak belur. Dengan rekreasi dan budaya, sektor tersebut menyumbang hampir 10 persen dari ekonomi EU dan sebagian besar di negara-negara Mediterania, yang beberapa di antaranya paling parah terpukul oleh pandemi.

Dari Islandia hingga Yunani, banyak pembatasan bagi pengunjung EU dan Schengen akan dilonggarkan pada Senin. Namun, pelonggaran itu tidak akan berarti kembali ke perjalanan tanpa batas bagi 420 juta penduduk wilayah Schengen.

Spanyol tidak akan mengizinkan turis asing datang hingga 21 Juni, dengan pengecualian di beberapa pulau Spanyol.

Di tempat lain, hak untuk bepergian akan bergantung pada tempat Anda tinggal dan ke mana Anda akan pergi.

Yunani akan mewajibkan karantina bagi mereka yang datang dari serangkaian bandara di delapan negara Uni Eropa. Republik Ceko memiliki sistem lampu lalu lintas, yang melarang wisatawan masuk dari negara-negara zona 'oranye' atau 'merah', seperti Portugal dan Swedia.

Denmark akan mengizinkan wisatawan dari Islandia, Jerman dan Norwegia, tetapi terutama tidak dari Swedia, dengan syarat jika mereka memesan akomodasi untuk setidaknya enam malam.

Karantina wajib selama dua minggu bagi orang-orang yang berkunjung ke Inggris berarti para warga Inggris juga akan menghadapi kewajiban yang sama di Prancis.

Menurut laporan Parlemen Eropa tahun lalu, sebelum krisis terdapat rata-rata 3,5 juta orang yang menyeberangi perbatasan internal EU setiap hari, sekitar 1,7 juta orang bepergian untuk bekerja.

Banyak dari orang yang bepergian untuk bekerja sekarang menjalankan tugas mereka dari rumah, sementara pembatasan yang terus-menerus dan masalah kesehatan diperkirakan akan mengekang pariwisata dan perjalanan bisnis.

Di Bandara Brussels, hari pertama pembukaan kembali akan memungkinkan sekitar 60 penerbangan beroperasi, yaitu 10 persen dari 600 penerbangan saat keadaaan normal.


(Dilaporkan oleh Philip Blenkinsop; laporan tambahan oleh Claudette Clara-Leila di Madrid, Catarina Demony di Lisbon, Richard Lough di Paris, Jan Lopatka di Praha dan Stine Jacobsen di Kopenhagen; Disunting oleh Ros Russell)