Erosi Adalah Proses Alami Pengikisan Tanah, Ketahui Penyebab dan Dampaknya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Erosi adalah proses alami pengikiran tanah lapisan atas oleh air, angin atau es. Erosi berasal dari bahasa latin erosionem yang berarti menggerogoti. Secara ilmiah, erosi adalah pengikisan material permukaan tanah secara bertahap, terutama batuan, endapan (sedimen), dan tanah akibat air, angin atau es.

Erosi juga dapat diartikan pengangkutan material yang terkikis dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari puncak gunung ke lembah terdekat atau dari bagian hulu sungai ke bagian hilir. Erosi dapat terjadi secara almi maupun perbuatan dari manusia.

Proses erosi melibatkan tiga peristiwa secara berurutan, yaitu pengelupasan, pengangkutan, dan pengendapan. Saat semua yang ada di alam masih berjalan seimbang, erosi secara alami biasanya tidak sampai menimbulkan bencana, kecuali dalam kasus-kasus ekstrem. Sebab, partikel tanah yang terangkut seimbang dengan banyaknya tanah yang terbentuk. Namun, berbeda kondisi di mana saat manusia mulai merusak alam, maka proses erosi akan menimbulkan banyak kerugian. Lapisan atas tanah menjadi lebih tipis. Akibatnya, lebih banyak lapisan tanah ikut hanyut bersama dengan air.

Berikut ini ulasan mengenai pengertian erosi menurut para ahli, penyebab, jenis-jenis, hingga dampaknya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (10/10/2021).

Pengertian Erosi Menurut Para Ahli

Petugas pemadam kebakaran mengamati  lubang besar (sinkhole) di wilayah Brooklyn, New York, Selasa (4/8/2015). Lubang yang terbentuk di persimpangan pemukiman Sunset Park itu disebabkan erosi dan merusak pipa air serta aspal jalan. (AFP/Kena Betancur)
Petugas pemadam kebakaran mengamati lubang besar (sinkhole) di wilayah Brooklyn, New York, Selasa (4/8/2015). Lubang yang terbentuk di persimpangan pemukiman Sunset Park itu disebabkan erosi dan merusak pipa air serta aspal jalan. (AFP/Kena Betancur)

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KKBI), erosi adalah sebuah kondisi pengikisian permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-beda seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus. Namun, ada beberapa pendapat lain mengenai pengertian erosi dari para ahli berikut ini:

Encyclopaedia Britannica

Dikutip dari situs Encyclopaedia Britannica, erosi adalah pemindahan material permukaan dari kerak bumi terutama puing-puing tanah dan batu dan pengangkutan material yang terkikis oleh agen alami (seperti air atau angin) dari titik pemindahan.

Sitanala Arsyad

Menurut Arsyad, erosi adalah peristiwa pindahnya atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami. Pada peristiwa erosi, tanah atau bagian-bagian tanah terkikis dan terangkut kemudian diendapkan di tempat lain.

Suripin

Menurut Suripin, menerangkan bahwa erosi adalah proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Proses erosi ini dapat menyebabkan merosotnya produktivitas tanah, daya dukung tanah dan kualitas lingkungan hidup.

Sarwono Hardjowigeno

Menurut Hardjowigeno, menjelaskan bahwa erosi adalah suatu proses di mana tanah dihancurkan dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, sungai atau gravitasi.

AG Kartasapoetra dan MM Sutedjo

Menurut Kartasapoetra dan Sutedjo, menjelaskan bahwa erosi adalah proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan air dan angin. Desakan ini bisa berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan atau perbuatan manusia.

Penyebab Erosi Tanah

ilustrasi hujan. (Liputan6)
ilustrasi hujan. (Liputan6)

Berikut ini ada beberapa penyebab erosi tanah, diantaranya:

a. Faktor Iklim

Penyebab erosi tanah yang pertama adalah karena faktor iklim. Intensitas curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan erosi. Hal ini karena buliran hujan yang jatuh ke tanah menyebabkan agregat tanah pecah dan menghasilkan energi kinetik yang besar. Terlebih jika curah hujan lebat dan terjadi dalam waktu singkat. Kemungkinan terjadinya erosi semakin meningkat.

b. Topografi

Faktor erosi tanah yang selanjutnya karena topografi. Unsur topografi juga ikut memengaruhi terjadinya erosi karena berkaitan dengan kemiringan lereng dan panjang lereng. Semakin besar kemiringan lereng, maka intensitas erosi air akan semakin tinggi.

c. Vegetasi

Faktor erosi tanah yang berikutnya adalah karena vegetasi. Vegetasi adalah lapisan pelindung antara atmosfer dan tanah. Vegetasi yang baik berupa rumput tebal atau hitam rimba akan mengurangi pengaruh hujan dan topografi terhadap erosi. Sebaliknya, penebangan hutan akan merusak lapisan permukaan dan menyebabkan erosi.

d. Tanah

Tanah menjadi faktor penyebab berikutnya. Kerusakan pada tanah atau tempat terjadinya erosi bisa dikarenakan oleh sifat kimia dan fisika tanah seperti kehilangan unsur hara, bahan organik, meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah, hingga menurunnya kapasitas tanah saat menahan air.

e. Manusia

Kegiatan manusia yang menyebabkan erosi adalah penggundulan hutan, mengubah lahan pertanian untuk pemukiman, terasering, hingga penggunaan pupuk yang berpengaruh pada struktur tanah.

Jenis-jenis Erosi Tanah

Kondisi sisa tanggul yang mengalami abrasi akibat terjangan ombak pasang di Karanghawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Minggu (29/7). Gelombang pasang selama beberapa hari ini menyebabkan puluhan bangunan hancur. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Kondisi sisa tanggul yang mengalami abrasi akibat terjangan ombak pasang di Karanghawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Minggu (29/7). Gelombang pasang selama beberapa hari ini menyebabkan puluhan bangunan hancur. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Berikut ini ada beberapa jenis-jenis erosi tanah, diantaranya :

1. Erosi Air atau Ablasi

Pengikisan ini terjadi karena adanya pengaruh dari air sungai dan hujan. Intensitas dan curah hujan yang tinggi akan semakin meningkatkan peluang terjadinya ablasi. Setidaknya ada empat jenis ablasi yang bisa terjadi.

a. Erosi percik

Yaitu disebabkan oleh air hujan yang jatuh ke dalam tanah dan menghanyutkan tanah tersebut.

b. Erosi lembar

Yaitu terjadi di tanah pada daerah lereng gunung. Lapisan bagian atas tanah akan hanyut bersama air hujan.

c. Erosi alur

Yaitu pengikisan pada tanah yang sudah berlangsung dan menyebabkan terbentuknya alur yang nantinya menjadi tempat air mengalir.

d. Erosi parit

Yaitu pengikisan yang terjadi ketika alur yang terbentuk sudah memiliki kedalaman lebih dari 0,3 meter.

2. Erosi korasi atau Deflasi

Deflasi merupakan pengikisan yang disebabkan oleh angin. Biasanya terjadi di daerah gurun. Angin di tempat tersebut akan menyebabkan pasir berpindah ke tempat lain secara konstan.

3. Abrasi

Abrasi adalah pengikisan yang terjadi di daerah pantai. Pengikisan tersebut terjadi karena adanya gelombang laut dan arus laut yang merusak.

4. Eksarasi

Yaitu pengikisan yang disebabkan oleh adanya gerakan es yang mencair. Pencairan ini membuat bebatuan ikut bergerak ke bawah kemudian mengendap. Hasil dari pengikisan tersebut dikenal dengan nama fjord. Kejadian ini biasanya ada di pegunungan bersalju.

Dampak Erosi Tanah

Bagian belakang rumah warga tergerus erosi (Ist)
Bagian belakang rumah warga tergerus erosi (Ist)

Berikut ini dampak erosi tanah bagi kehidupan dibagi manjadidua, yaitu.

Dampak erosi di tempat terjadinya (on-site) antara lain:

1. Kehilangan unsur hara dan kerusakan struktur tanah.

2. Kemerosotan produktivitas tanah atau bahkan menjadi tidak dapat dipergunakan untuk berproduksi.

3. Kerusakan bangunan konservasi dan bangunan lainnya.

4. Pemiskinan petani.

Dampk erosi di luar tempat kejadian (off-site) antara lain:

1. Pelumpuran dan pendangkalan waduk, sungai, saluran dan badan air lainnya.

2. Tertimbunnya lahan pertanian, jalan, dan bangunan lainnya.

3. Hilangnya mata air dan memburuknya kualitas air.

4. Kerusakan ekosistem perairan.

5. Kehilangan nyawa dan harta akibat banjir.

6. Meningkatnya frekuensi dan masa kekeringan.

7. Kerugian akibat memendeknya umur waduk.

8. Meningkatnya frekuensi dan besarnya banjir.

Cara Mencegah Erosi

Terasering Panyaweuyan, Argapura, Majalengka, Jawa Barat. (holid.aljaber/Instagram)
Terasering Panyaweuyan, Argapura, Majalengka, Jawa Barat. (holid.aljaber/Instagram)

Peristiwa ini dapat dicegah dengan berbagai cara. Berikut ini ada beberapa cara mencegah erosi, diantaranya :

1. Konservasi Tanah

Cara pertama yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan konservasi tanah. Upaya ini dilakukan untuk mencegah dan menghambat terjadinya pengikisan tanah. Pemilihan vegetasi yang tepat menjadi kunci suksesnya upaya konservasi. Pastikan menggunakan vegetasi yang memiliki kemampuan untuk bertahan pada berbagai kondisi cekaman.

2. Terasering

Cara mencegah erosi yang berikutnya adalah dengan melakukan terasering. Sistem terasering yang biasanya dijumpai pada lahan pertanian di dataran tinggi. Terasering ini sebenarnya memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga agar air hujan tidak langsung mengalir ke bawah dan menyebabkan pengikisan. Dengan lahan berbentuk teras, maka tanah akan lebih stabil dan tanaman juga tumbuh lebih baik.

3. Countor Farming

Upaya selanjutnya untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah yaitu dengan countor farming atau penanaman berdasarkan garis kontur. Cara becocok tanamn seperti ini akan membuat akar tanaman lebih kuat, sehingga bisa menahan tanah agar tidak mudah terkikis saat hujan deras.

4. Reboisasi

Cara mencegah erosi yang berikutnya yaitu dengan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang telah gundul. Cara ini sangat penting untuk dilakukan sebab pohon di hutan merupakan penghasil oksigen sekaligus penahan air. Dengan ekosistem hutan yang terjaga maka bercana alam lain seperti banjir juga bisa dicegah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel