ESDM Kejar Target 17 Persen Efisiensi Energi pada 2025, Ini Caranya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa selain mendorong upaya pengembangan energi baru terbarukan atau EBT, pemerintah juga tengah kampanyekan berbagai upaya untuk menerapkan efisiensi energi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan, pemerintah melihat kedua hal tersebut sama-sama penting untuk memperbaharui pemanfaatan energi di Tanah Air secara menyeluruh.

"Di dalam kebijakan energi nasional, selain memang pemerintah menargetkan 23 persen untuk bauran EBT di 2025, kita juga menargetkan 17 persen penurunan konsumsi energi atau pelaksanaan efisiensi energi pada 2025 itu. Jadi ini perencanaannya sama, paralel," kata Dadan dalam telekonferensi, Senin 14 Juni 2021.

Tentang wacana dekarbonisasi, Dadan menjelaskan bahwa selain upaya pemerintah dalam menyediakan energi khususnya energi bersih, langkah sejalan juga tengah digenjot dalam upaya mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK).

Dalam hal ini, Dadan mengakui bahwa sektor ESDM diminta untuk berkontribusi sebesar 38 persen pada 2030, untuk target pengurangan GRK tersebut. Di mana, separuh dari target itu akan datang dari sektor energi terbarukan, sementara sisanya sebagian besar dikontribusikan dari efisiensi energi.

"Sehingga (pengembangan EBT dan efisiensi energi) sama pentingnya terkait dengan pencapaian target GRK di tahun 2030 nanti," kata Dadan.

Selain itu, Dadan juga menjelaskan soal data capaian terkait penurunan emisi Gas Rumah Kaca pada 2020 lalu, yang mencapai sebesar 64,4 juta ton.

"Ini sesuai dengan target kita, di mana target itu disusun bersama-sama dengan Kementerian lain, khususnya dengan KLHK," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel