ESDM: Pasokan Listrik dan Distribusi BBM di Wilayah Cianjur Sudah Pulih 100 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan sistem kelistrikan di wilayah gempa Cianjur telah pulih 100 persen. Seperti diketahui, gempa kuat magnitudo 5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur terjadi pada Senin (21/11).

"Saat ini, sistem kelistrikan wilayah terdampak gempa telah pulih 100 persen," tulis keterangan resmi Kementerian ESDM di Jakarta, dikutip Jumat (25/11).

Dengan capaian ini, pasokan listrik ke 326.028 pelanggan juga kembali normal. Sebelumnya, sebanyak 1.844 gardu distribusi dan 21 penyulang yang sebelumnya mengalami gangguan telah kembali normal kurang dari 34 jam.

Sama seperti halnya PLN, distribusi BBM dan LPG juga sudah kembali berjalan normal. Fuel Terminal Padalarang tetap beroperasi normal, tidak ada gangguan signifikan.

Terdapat 4 SPBU alih suplai dari IT Jakarta Group karena jalur longsor di daerah Cijedil dan Cugendang, kondisi Pertashop juga dilaporkan aman, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dalam kondisi relatif cukup aman (hanya 1 SPPBE terdampak kerusakan dinding pembatas dan pengalihan ke SPPBE lain).

Selain melakukan pengalihan suplai untuk menghindari jalur longsor, PT Pertamina (Persero) juga bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Cianjur dengan menyediakan Bright Gas Dapur Umum, Pembukaan Posko Peduli Pertamina dan 3 unit motoris di SPBU 34.43204 (Panembong), Bantuan 2 operator dari SPBU 34.16709 Tugu ke SPBU 34.43207 Ciherang.

Kerusakan Akibat Gempa Cianjur

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan, ratusan rumah ibadah rusak akibat gempa di Cianjur. Kerusakan rumah ibadah itu tersebar di 15 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

"Sebanyak 124 rumah ibadah rusak, ada di 15 kecamatan wilayah terdampak gempa di Cianjur," kata Suharyanto saat jumpa pers daring, Rabu (23/11).

Selain rumah ibadah, sejumlah infrastruktur lain yang rusak. Mulai dari 31 sekolah, kemudian 3 unit fasilitas kesehatan, gedung dan perkantoran tota 13 unit, serta kantor kecamatan yang terdampak sebanyak 15 bangunan.

"Tim PUPR sudah turun untuk melakukan pendataan di wilayah terdampak tersebut," jelas jenderal TNI bintang tiga ini.

[idr]