Espargaro Sebut Hukuman Skorsing Iannone Konyol

Lewis Duncan
·Bacaan 1 menit

The Maniac kalah banding, Selasa (10/11/2020), lantaran tak dapat memberikan cukup bukti, untuk menunjukkan apakah dia benar menelan steroid yang dilarang dari konsumsi daging terkontaminasi pada MotoGP Malaysia 2019 lalu.

Panel CAS juga mendukung seruan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam memperberat hukuman skorsing menjadi empat tahun lamanya, membuat karier balap Iannone memasuki periode kelam.

Meski demikian, Aprilia tetap memihak Iannone dan meyakini pembalapnya itu tidak bersalah, sedangkan #29 mengungkapkan kesedihan secara mendalam atas vonis yang telah menghancurkankan hatinya.

Baca Juga:

Terbukti Gunakan Doping, Iannone Dilarang Balapan Empat Tahun Larangan Balapan Membuat Iannone Tercabik

Ketika ditanya Motorsport.com tentang keputusan CAS, Espargaro berkata: “(Saya) sangat kecewa, terutama pada sisi pribadi karena hanya dia yang tahu apakah dia berbuat kesalahan atau apakah terkontaminasi. Pada akhirnya larangan (balapan) empat tahun itu konyol.

“Dengan larangan satu tahun, atau 18 bulan (yang saat ini dijalaninya) sudah lebih dari cukup.

“Empat tahun adalah pelecehan dan itu terlalu berat bagi saya. Namun, WADA telah memutuskannya. Tidak ada yang bisa dilakukan lagi.”

Espargaro kemudian menambahkan, bahwa dia bukannya memiliki keraguan soal keputusan CAS. Hanya saja, hukuman ini membuat tidak ada yang tahu seperti apa kebenarannya. “Hanya dia (Iannone) yang tahu,” ucap pemakai nomor #41 itu.

“Kalau Andrea bilang itu karena kontaminasi daging, saya bisa percaya padanya, kenapa tidak? Di MotoGP sebenarnya, Anda tidak mendapatkan banyak keuntungan dengan menggunakan narkoba. Tapi dia satu-satunya yang tahu apa yang dia lakukan.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah empat tahun itu terlalu lama, bahkan jika dia menggunakan narkoba.

“Dan jika itu adalah kontaminasi daging, bahkan lebih. Bahkan jika dia mengonsumsinya (dengan sengaja), (empat tahun) itu terlalu berlebihan,” tutur Espargaro.