Esper: Pengurangan tentara AS di Afghanistan 'tak perlu' berkaitan dengan kesepakatan Taliban

London (Reuters) - Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Senin (2/12) mengatakan bahwa setiap pengurangan tentara pada masa depan di Afghanistan "tak perlu" dikaitkan dengan kesepakatan dengan gerilyawan Taliban, dan menyatakan sebagian pengurangan tingkat tentara mungkin terjadi tak peduli dengan dorongan perdamaian yang berlangsung.

Pernyataan Esper tersebut di dalam satu wawancara dengan Reuters dikeluarkan menjelang kunjungan Thanksgiving pekan lalu ke Afghanistan oleh Presiden Donald Trump, yang berbicara mengenai potensi pengurangan tentara dan mengatakan ia percaya gerilyawan Taliban akan menyetujui gencatan dalam perang 18-tahun.

Jika dihormati oleh semua pihak, gencatan senjata dapat mengarah kepada pengurangan mencolok dalam kerusuhan. Tapi komandan militer AS masih akan memusatkan perhatian pada ancaman yang berkaitan dengan dua kelompok gerilyawan garis keras lain di Afghanistan: IS dan Al-Qaida.

Ketika berbicara saat ia terbang ke London buat pertemuan puncak NATO, Esper mengatakan pemerintah Trump telah membahas potensi pengurangan tingkat tentaranya buat suatu waktu, keduanya secara internal dan dengan sekutu NATO.

"Saya merasa yakin bahwa kami dapat mengurangi jumlah kami di Afghanistan dan masih menjamin bahwa tempat itu tidak menjadi tempat aman buat teroris yang dapat menyerang Amerika Serikat," kata Esper, tanpa menyebutkan jumlah.

"Dan sekutu kami sependapat bahwa kami dapat melakukan pengurangan juga."

Ketika ditanya apakah pengurangan semacam itu akan secara perlu menjadi ketentuan pada suatu jenis kesepakatan dengan gerilyawan Taliban, Esper mengatakan, "Tidak perlu."

Ia tidak memberi perincian.

Saat ini ada sebanyak 13.000 prajurit AS di Afghanistan serta ribuan tentara lain NATO. Para pejabat AS telah mengatakan pasukan AS dapat diturunkan jadi 8.600 personel dan masih melaksanakan misi inti kontra-terorisme dan efektif serta sebagian menyarankan pembatasan buat pasukan Afghanistan.

Satu rancangan kesepakatan yang disepakati pada September sebelum pembicaraan perdamaian yang ambruk mungkin telah menarik ribuan tentara Amerika sebagai imbalan buat jaminan bahwa Afghanistan takkan digunakan sebagai satu pangkalan buat serangan gerilyawan terhadap Amerika Serikat atau sekutunya.

Namun, banyak pejabat AS secara pribadi meragukan Taliban dapat diandalkan atas pencegahan Al-Qaida dari kembali merencanakan serangan terhadap Amerika Serikat dari tanah Afghanistan.

Esper tidak mengisyaratkan akan ada perkembangan dalam beberapa hari ke depan atau menyatakan bahwa pengurangan baru tentara di Afghanistan mungkin muncul dalam pembahasan NATO pekan ini.