Esports jadi dunia yang akan digeluti Cesar Azpilicueta setelah pensiun sebagai pesepak bola

Verdi Hendrawan

Dari waktu ke waktu perkembangan pesat dunia game dan esports telah sukses membuka mata banyak pihak, baik dari para pebisnis hingga pesohor, terutama di kalangan pesepak bola besar. Beberapa pesepak bola, baik yang masih aktif mau pun telah pensiun, berbondong-bondong membentuk tim esports.

Dalam setahun terakhir, sudah ada beberapa pesepak bola yang telah membentuk tim esports sendiri. Sebut saja nama-nama beken seperti Mesut Oezil, Ronaldinho, Alessio Romagnoli, Berd Leno, Antoine Griezmann, dan Gareth Bale.

Kini sosok terbaru dari kalangan pesepak bola besar dunia lainnya yang membentuk tim esports sendiri adalah Cesar Azpilicueta. Bek sayap asal Spanyol yang juga merupakan kapten tim Chelsea itu membentuk tim bernama Falcons.

Azpilicueta memang sudah lama dikenal sebagai salah satu pesepak bola papan atas dunia yang gemar bermain game FIFA. Bahkan, beberapa waktu lalu ia sempat mewakili Chelsea untuk mengikuti turnamen FIFA 20 bertajuk Stay and Play Cup, meski tak bisa berbicara banyak.

Kegemaran Azpilicueta bermain FIFA tersebut ternyata membuat dirinya tertarik untuk membentuk tim esports sendiri. Bahkan hal yang paling mengejutkan muncul dari pernyataannya yang mengungkapkan bahwa pemain berusia 31 tahun tersebut mengaku membentuk Falcons sebagai bagian dari persiapan dirinya sebelum pensiun sebagai pesepak bola.

Dengan kata lain, Azpilicueta akan menjadikan esports sebagai “pegangan hidupnya” di masa yang akan datang setelah pensiun sebagai pesepak bola profesional.

Namun dalam membentuk Falcons ini, Azpilicueta tidak melakukannya seorang diri. Falcons merupakan proyek gabungan antara dirinya dan dua YouTuber sepak bola besar asal Spanyol, Jose Antonio Cacho dan Jesus Rincon.

Sementara dalam hal player, kini Falcons telah memiliki tiga pemain FIFA. Mereka adalah Javier “JRA” Romero, David “Maximo” Cuevas, dan Sandra “SaNkHs” Martinez.

SaNkHs menjadi sosok yang paling unik dari tim FIFA Falcons ini karena ia merupakan pemain wanita pertama yang tampil di ajang eLaLiga Santander bersama tim esports milik klub sepak bola Huesca.

Selain FIFA, Azpilicueta juga berencana membentuk divisi game lainnya seperti Fortnite. Namun hal tersebut belum dilakukan karena tak ingin terburu-buru dan memilih fokus dalam membesarkan tim yang sudah terbentuk saat ini.

BACA JUGA: AEFA Asian Cup 2020: Dramatis! Indonesia Imbangi Hong Kong