Esports Resmi Dipertandingkan Secara Eksibisi di PON XX Papua

·Bacaan 3 menit

VIVA – Ada satu terobosan baru yang bakal hadir di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Akan ada satu cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan di PON Papua.

Ya, cabang olahraga itu adalah Esports. Untuk pertama kalinya, Esports dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga eksibisi.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional (KONI) menyatakan bahwa Esports secara resmi menjadi cabang olahraga prestasi dengan bergabungnya Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

“Ini adalah pertama kali dalam sejarah di mana olahraga Esports masuk dalam rangkaian PON,” kata Ketua Harian PBESI Komisaris Jenderal Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum. dalam keterangan pers virtual, Rabu 18 Agustus 2021.

Nantinya, eksibisi Esports PON XX Papua 2021 akan mempertandingkan tiga cabang gim, yaitu eFootball PES 2021, Mobile Legends, Free Fire.

Dan sebagai upaya memajukan ekosistem Esports Tanah Air, PBESI telah mengeluarkan sebuah platform digital khusus bernama Garudaku.

Dalam Eksibisi Esports PON XX Papua 2021, Garudaku diperkenalkan untuk pertama kali dan digunakan dalam penyelenggaraan Eksibisi Esports PON XX Papua 2021.

Garudaku akan digunakan mulai dari proses pendaftaran hingga teknis penyelenggaraan Eksibisi Esports PON XX Papua 2021. Aplikasi ini dapat diakses melalui https://garudaku.com/pon

Sekjen PBESI Frengky Ong menambahkan, untuk tahap pendaftaran, calon peserta harus mendaftarkan diri di platform Garudaku. Tahap pendaftaran akan dibuka sejak 18 Agustus 2021. Peserta yang ikut harus mewakili daerah masing-masing sesuai dengan daerah domisili di KTP atau KIA.

Setelah pendaftaran ditutup, tahap selanjutnya adalah babak kualifikasi yang akan diselenggarakan 26 Agustus-5 September 2021. Khusus untuk eFootball PES 2021 akan dibagi menjadi 6 Grup. Rinciannya adalah:

Grup A: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,DI Yogyakarta, Jawa Timur

Grup B: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara

Grup C: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara

Grup D: Kepulauan Babel, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat

Grup E: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi

Grup F: Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bengkulu, Lampung

Babak kualifikasi provinsi ini bersifat terbuka dan digelar secara virtual. Pada babak ini, akan dicari 1 atlet atau tim terbaik dari masing-masing kategori.

“Jadi, nanti akan didapat 34 perwakilan tim dari masing-masing cabang gim,” kata Frengky.

Atlet atau tim terbaik di setiap provinsi inilah yang nanti akan bertanding di ajang Pra-PON yang akan dilangsungkan pada 7-14 September 2021. Dan khusus perwakilan Provinsi Papua tidak mengikuti Pra-PON karena otomatis lolos ke putaran final sebagai tuan rumah.

Babak Pra-PON akan mempertemukan peserta dari 33 provinsi secara acak dan dilakukan secara daring. Mereka akan memperebutkan 11 tim terbaik Free Fire, 5 tim terbaik Mobile Legends dan 5 orang terbaik eFootball PES 2021.

“Semua atlet dan tim terbaik itu akan diterbangkan ke Papua untuk mengikuti babak final di main event PON XX Papua 2021. Yaitu pada 22 hingga 26 September 2021. Di babak final mereka akan bertanding memperebutkan gelar juara di masing-masing gim,” tambah Frengky.

Sebagai informasi, PON XX Papua akan digelar pada 2-15 Oktober 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel