Estetika adalah Cabang Filsafat yang Membahas Tentang Seni, Ketahui Unsurnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Menilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), estetika adalah cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapanya. Banyak orang yang kerap menyebut estetika adalah keindahan.

Estetika adalah ilmu yang membahas bagaimana keindahan dapat terbentuk, serta bagaimana dapat merasakannnya. Sebuah keindahan yang sudah terbentuk tentunya harus dapat dirasakan oleh banyak orang. Kembali menilik pada KBBI, estetika ini juga membahas bagaimana tanggapan manusia terhadap estetika tersebut.

Estetika yang sering disebut oleh banyak orang yakni estetika adalah keindahan. Namun rupanya jika ditelaah lebih jauh ada cukup banyak pengertian dari estetika tersebut. setiap orang mempunyai pengertian yang berbeda antara satu dan yang lainnya mengenai arti dan makna estetika.

Setiap orang mempunyai penilaian dan kriterian keindahan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, estetika adalah cabang ilmu yang juga membahas dan menelaah tentang tanggapan manusia terhadap suatu keindahan.

Secara umumnya estetika adalah keindahan. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang pengertian estetika hingga unsurnya, Kamis (12/11/2020).

Pengertian Estetika

Ilustrasi Pameran Lukisan (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ilustrasi Pameran Lukisan (Liputan6.com/Johan Tallo)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) estetika adalah cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapanya. Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya.

Secara etimologis, istilah “estetika” berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa Yunani “aestheticos” yang artinya merasa atau hal-hal yang dapat diserap oleh panca indera manusia. Ada juga yang menyebutkan bahwa arti estetika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan dan biasanya terdapat didalam seni dan alam semesta.

Pengertian Estetika Menurut Para Ahli

Banyak yang menyebut estetika adalah keindahan. Selain dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian estetika ini juga dijelaskan oleh beberapa ahli.

1. Menurut Bruce Allsopp

Estetika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses dan aturan dalam menciptakan suatu karya seni, yang diharapkan bisa menimbulkan perasaan positif bagi orang yang melihat dan merasakannya.

2. Menurut J. W. Moris

J. W. Moris menyebutkan bahwa estetika adalah suatu objek seni “art”. Selanjutnya, J. W. Moris juga menjelaskan bahwa pengertian estetika adalah sama dengan seni karena estetika dapat dikenakan pada berbagai objek, baik yang indah maupun tidak.

3. Menurut Herbert Read

Menurut Herbert Read, estetika adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang ada di antara penserapan indrawi manusia, biasanya manusia menganggap estetika ialah seni atau seni akan selalu mengandung nilai keindahan.

4. Menurut Dra. Artini Kusmiati

Pengertian estetika ialah suatu keadaan yang berhubungan dengan sensasi keindahan yang baru bisa dirasakan seseorang jika terjalin perpaduan yang harmonis antar elemen yang ada dalam suatu objek.

5. William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989

William Haverson memberikan penjelasan bahwa estetika adalah segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilai-nilai nonmoral suatu karya seni.

Unsur-unsur Estetika

Ilustrasi Lukisan. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Lukisan. (Sumber: Pixabay)

Estetika adalah cabang ilmu filsafat yang menelaah tentang keindahan yang tentunya memiliki unsur-unsur. Setelah menelaah tentang pengertian estetika secara umum maupun menurut para ahli, berikut ini unsur-unsur estetika yang perlu dipahami.

- Unsur Bentuk

Unsur estetika yang pertama yakni adalah unsur bentuk. Bentuk “shape” sangat berpengaruh pada daya tarik suatu objek, secara umum bentuk objek terdiri dari dua jenis yaitu dua dimensi dan tiga dimensi.

Objek dua dimensi tidak memiliki volume dan bentuknya datar, misalnya lukisan, foto, hiasan dinding dan lainnya. Objek tiga dimensi memiliki volume, kedalaman, dan ruang. Misalnya patung, pakaian, tas dan lainnya.

Bentuk juga dapat meningkatkan nilai estetika suatu benda. Seseorang bisa menyebut suatu benda mengandung nilai estetika juga apabila bentuknya unik dan indah.

- Unsur Warna

Estetika adalah keindahan, yang dimana pengertian ini cukup sering diutarakan oleh banyak orang. Warna sangat berpengaruh untuk meningkatkan keindahan pada benda ataupun objek lainnya. Keindahan suatu objek juga sangat dipengaruhi oleh unsur warna, umumnya pilihan warna objek akan disesuaikan oleh orang yang akan menggunakannya.

- Unsur Tema

Unsur estetika berikutnya yakni adalah unsur tema. Unsur tema yang dimaksud disini adalah ide atau gagasan yang ini disampaikan oleh pembuat objek atau karya seni kepada orang lain. Biasanya tema suatu karya akan dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya letak geografis, adat istiadat, budaya dan lainnya.

- Unsur Motif Hias

Unsur estetika yang selanjutnya yakni adalah unsur motif hias. Motif hias ialah pola atau gambar yang menjadi hiasanya pada suatu objek atau produk. Tujuan menambahkan motif hias pada suatu objek ialah untuk menambah nilai keindahan/estetika pada objek atau produk tersebut.

Manfaat Estetika

Ilustrasi Lukisan. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Lukisan. (Sumber: Pixabay)

Estetika merupakan keindahan. Kembali menilik pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), estetika adalah cabang ilmu filsafat yang membahas dan menelaah tentang seni dan keindahan. Dalam penjelasan tersebut, tentunya estetika tidak bisa jauh dari dunia seni. Estetika tentunya sangat dibutuhkan dalam sebuah seni.

1. Menambah pengetahuan manusia mengenai nilai-nilai kesenian serta keindahan.

2. Menambah pengetahuan manusia tentang unsur-unsur seni dan keindahan, serta bermacam faktor yang mempengaruhinya.

3. Menambah pengetahuan manusia tentang unsur-unsur subjektif yang mempengaruhi kemampuan manusia dalam menikmati seni serta keindahan.

4. Meningkatkan rasa kecintaan seta apresiasi manusia pada alam, seni, dan budaya bangsanya.

5. Menambah kemampuan manusia dalam menilai sebuah karya seni jadi akan mengembangkan budaya apresiasi seni itu sendiri.

6. Meningkatakan kewaspadaan pada pengaruh buruk yang bisa merusak seni dan budaya lokal.

7. Meningkatkan keyakinan manusia akan moralitas, keprimanusiaan, kesusilaan, serta Ketuhanan.

8. Meningkatkan kemampuan manusia guna berpikir secara sistematis, serta menambah wawasan sebagai bekal guna kehidupan spiritual dan psikologi sehingga busa memecahkan masalah dengan tenang.

9. Memantapkan kemampuan menilai karya seni yang secara tidak langsung mengembangkan apresiasi seni di dalam masyarakat

10. Memperkokoh rasa cinta kepada kesenian dan kebudayaan bangsa

Fungsi Estetika

Secara umum, estetika adalah keindahan yang tentunya memiliki fungsi. Estetika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. dalam kita menilai segala seusuatu yang baik atau yang buruk dengan menggunaka estetika ini.

Ilmu estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan. Namun disini bukan hanya keindaan suatu karya, yang dimaksudkan adalah segala sesuatu tentang aspek kehidupan yang berhubungan tentang keindahan, entah itu pengetahuan, kejiwaan, emosi, dll.

Aspek dan Teori Estetika

Ilustrasi Melukis. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Melukis. (Sumber: Pixabay)

Aspek Estetika

Masyarakat lebih mengenal estetika adalah sebuah keindahann. Namun menilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), estetika adalah cabang ilmu filsafat yang menelaah dan membahas tentang keindahan serta tanggapan manusia terhadapanya. Oleh sebab itu teerdapat aspek dan teori dari estetika yang merupakan cabang dari ilmu filsafat tersebut.

Aspek yang digunakan untuk menilai sebuah karya seni, yaitu :

1. Absolutisme merupakan penilaian sebuah karya seni yang mutlak, tidak dapat ditawar lagi. Penilaian ini didasarkan pada konvensi atau aturan yang telah ada.

2. Anarki adalah penilaian berdasarkan pendapat tiap-tiap orang. Penilaian ini bersifat subjektif dan tidak perlu adanya pertanggungjawaban. Namun, penilaian tersebut tetap didasarkan pada aturan seni yang berlaku.

3. Relativisme adalah penilaian seseorang yang tidak mutlak (absolut) dan masih bersifat objektif.

Teori Estetika

1. Teori Estetik Formil

Teori ini menyatakan bahwa keindahan eksterior bangunan melibatkan masalah bentuk dan warna. Teori ini memandang keindahan sebagai hasil formal dari lebar, tinggi, ukuran dan warna.

2. Teori Estetik Ekspresionis

Teori ini mengatakan bahwa keindahan tidak selalu terwujud melalui bentuknya, tetapi melalui maksud, tujuan, atau ekspresi. Teori ini mengasumsikan bahwa mayoritas keindahan suatu karya seni tergantung pada apa yang diungkapkannya.

3. Teori Estetik Psikologis

Menurut Teori ini keindahan dibagi menjadi 3 aspek, yaitu:

- Keindahan adalah hasil dari emosi yang hanya dapat ditunjukkan dengan metode psikoanalitik.

- Keindahan adalah hasil dari kepuasan pemirsa dengan objek yang dilihatnya.

- Keindahan dalam arsitektur adalah ritme yang sederhana dan mudah

4. Teori Esensialitas

Prinsip ini menyatakan bahwa seseorang yang menilai sesuatu yang indah berbicara tentang sesuatu yang memberikan kesenangan yang dihasilkan dari kemampuan manusia pada umumnya.

5. Teori Bentuk Tujuan

Dalam teori ini, jika ketiga teori sebelumnya berhubungan dengan subjek yang mengalami keindahan, dan kita dapat melihat teori keempat dari objek keindahan itu sendiri.