Estimasi Kenaikan Harga Rumah Tiap Tahun Bisa Diprediksi, Lho! Cek di Sini

Estimasi Kenaikan Harga Rumah Tiap Tahun Bisa Diprediksi, Lho! Cek di Sini
Estimasi Kenaikan Harga Rumah Tiap Tahun Bisa Diprediksi, Lho! Cek di Sini

RumahCom – Mencari sumber yang tepat untuk mengetahui estimasi kenaikan harga rumah per tahun dewasa ini bisa dikatakan lebih mudah. Datanya bisa ditemukan langsung melalui internet, salah satunya yang bisa menjadi rujukan terpercaya adalah Rumah.com Indonesia Property Market Index atau RIPMI. Ingin tahu lebih dalam mengenai hal tersebut? Simak selengkapnya dalam panduan berikut ini.

  • Estimasi Kenaikan Harga Rumah Berdasarkan RIPMI

  • Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Harga Rumah

[ArticleCallout]{ “title”: “12 Biaya Beli Rumah yang Penting untuk Diperhitungkan”, “excerpt”: “Simak selengkapnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/biaya-beli-rumah-8378”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2018/03/43049884_XXL.jpg” } [/ArticleCallout]

Estimasi Kenaikan Harga Rumah Berdasarkan RIPMI

Manfaat mengetahui estimasi kenaikan harga rumah adalah Anda bisa melihat potensi atau nilai investasi di suatu kawasan.
Manfaat mengetahui estimasi kenaikan harga rumah adalah Anda bisa melihat potensi atau nilai investasi di suatu kawasan.

Data Rumah.com Indonesia Property Market Index atau RIPMI bisa Anda manfaatkan untuk mengetahui estimasi kenaikan harga rumah tiap tahun. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan tren indeks harga rumah nasional dari Q1 atau kuartal pertama tahun 2018 hingga Q1 2022.

Secara tahunan atau year on year (YoY), tren indeks harga rumah nasional pada Q1 2019 yang angka indeksnya 106,1 mengalami kenaikan sebanyak 6,1% jika dibandingkan Q1 2018. Selanjutnya tren indeks harga rumah pada Q1 2020 secara YoY juga naik sebanyak 7,9%. Hal ini didukung oleh situasi pasca-pemilu yang kondusif sehingga berimbas positif bagi pasar properti nasional.

Pandemi COVID-19 yang menghantam Indonesia pada Maret 2020 nyatanya juga berdampak luar biasa bagi pasar properti nasional. Jika sebelumnya pada Q1 2020 indeks tren harga rumah di angka 114,5, maka pada Q1 2021 angka indeksnya hanya 115, naik sangat tipis 0,5% saja.

Pasar properti, seperti kenaikan harga rumah setiap tahunnya memang dipengaruhi banyak faktor. Adapun kebijakan pemerintah yang digulirkan di masa pandemi seperti penurunan suku bunga BI, kebijakan tanpa uang muka, hingga relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), nyatanya memang bagai suntikan darah segar bagi pasar properti nasional.

Hal ini bisa dilihat berdasarkan RIPMI Q2 2022, kebijakan pemerintah dan angka penyebaran COVID-19 yang terus melandai terbukti mampu menggairahkan pasar properti residensial nasional. Indeks harga rumah yang 115 pada Q1 2021 naik signifikan menjadi 121,5 pada Q1 2022 ini. Artinya terjadi lonjakan kenaikan sebanyak 5,7% secara YoY.

Adapun Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi yang pasar propertinya mulai bergairah, indeks harganya mengalami kenaikan yang signifikan disbanding tahun sebelumya, terutama di segmen rumah tapak. Hal ini bisa terlihat pada kota-kota favorit pencarian properti di Jabodetabek seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Secara tahunan atau YoY, indeks harga rumah di Tangerang naik sebanyak 25,1%, lalu Depok naik sebanyak 7,7%, dan disusul Bekasi yang naik 6,1% jika dibandingkan tahun lalu. Pembangunan infrastruktur transportasi umum dan jalan, baik jalan raya maupun jalan tol, memang menjadi daya tarik utama sebuah wilayah dari sudut pandang pencari properti. Pembangunan infrastruktur ini juga mendorong kenaikan harga properti di wilayah sekitar kawasan kota mandiri seperti Kabupaten Tangerang.

Salah satu manfaat dari estimasi kenaikan harga rumah memungkinkan kita mengetahui potensi atau nilai investasi dari sebuah rumah pada suatu kawasan. Mau punya rumah dengan potensi investasi yang bagus di Depok dengan harga di bawah Rp700 jutaan? Cek pilihan rumahnya di sini!

Faktor yang Memengaruhi Kenaikan Harga Rumah

<em>Pasar properti, seperti kenaikan harga rumah setiap tahunnya memang dipengaruhi banyak faktor. </em>
Pasar properti, seperti kenaikan harga rumah setiap tahunnya memang dipengaruhi banyak faktor.

Bukan rahasia umum lagi jika harga properti selalu naik tiap tahun (bahkan per tiga bulan), bahkan kendati kondisi perekonomian suatu negara tengah kurang stabil. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan para investor dan spekulan untuk terjun ke bisnis properti. Terlebih keuntungan yang didapatkan dari sektor bisnis ini juga berganda, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (rental yield).

Dari sinilah bisa diambil kesimpulan bahwa ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kenaikan harga rumah. Termasuk diantaranya adalah inflasi properti akibat situasi ekonomi nasional hingga campur tangan dari para spekulan. Lantas seperti apa masing-masing penjelasan terkait faktor penyebab naiknya harga rumah?

1. Inflasi Properti

Setiap tahun terjadi inflasi. Meski presentasenya berbeda-beda tetapi memengaruhi sektor-sektor lain seperti tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman, harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, tak terkecuali harga properti.

Seperti yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, di mana tengah terjadi tingkat inflasi global, tren kenaikan suku bunga, dan berbagai dampak global lainnya yang diprediksi berimbas pada perkeonomian dan bisnis properti. Kenaikan material bahan bangunan dan suku bunga KPR pun dicap sebagai salah satu faktor yang bisa memengaruhi sektor properti yang mulai pulih.

Layaknya harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun. Mulai dari harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan inilah yang kemudian ikut menaikkan harga rumah setiap tahun.

2. Lahan yang Makin Langka

Kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Sayangnya, pasokan tanah di muka bumi tidak bertambah, bahkan berkurang. Oleh karena itu, sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun.

Di lain sisi, semakin strategis lokasi tanah atau lahan, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Peningkatan harga tanah memang mengacu pada pemahaman tersebut. Lokasi tanah strategis sangat ditentukan oleh pertimbangan ekonomis. Misalnya sebidang tanah yang hendak dibeli berada di pusat kota, dekat dari pusat pemerintahan, dan pusat bisnis. Belum lagi apabila kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya mendukung. Seperti tersedianya fasilitas umum dan utilitas umum.

3. Penduduk Terus Bertambah

Jumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Begitu juga populasi di kota-kota besar di Indonesia. Lalu dari sudut lain yang tak bisa diabaikan, permintaan pembangunan properti terutama perumahan menjadi salah satu faktor penyebab harga tanah meningkat.

Pasalnya, perkembangan properti di Indonesia terus meningkat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Saat ini hampir semua jenis rumah diminati masyarakat. Mulai rumah subsidi, rumah tapak, maupun rumah komersial. Permintaan properti yang melaju kencang ini turut ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang membaik dan meningkatnya investasi dalam sektor ini.

4. Permainan Spekulan

Kenyataannya, harga rumah bisa meningkat disebabkan oleh penguasaan tanah yang dilakukan beberapa pihak. Pihak-pihak tertentu ini biasanya adalah para pengembang, investor, kumpulan pemilik modal, dan tanpa menutup kemungkinan juga adalah para spekulan. Mereka bisa membeli lahan dalam skala ribuan hektare kemudian diolah dan dijual kembali.

Spekulan, dalam cara kerjanya, mereka bisa meraup keuntungan dua hingga tiga kali lipat berkat penjualan tanah. Oleh sebab itu, semakin banyak spekulan yang melakukan ini maka harga tanah termasuk harga rumah akan terus meningkat.

[PropertyTip]Layaknya harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun. Mulai dari harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan inilah yang kemudian ikut menaikkan harga rumah setiap tahun.[/PropertyTip]

5. Perkembangan Kelas Menengah

Setiap negara termasuk Indonesia sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan itu adalah meningkatnya jumlah kelas menengah, atau yang dicirikan selain rata-rata mempunyai pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil.

Kelas menengah ini, jika mereka membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami-istri yang masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru yang kian menarik. Semakin meningkat jumlah kelas menengah seperti generasi milenial, utamanya di perkotaan, sudah tentu akan meningkatkan kebutuhan properti dan akan merambat pada terjadinya grafik estimasi kenaikan harga rumah.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara menghitung KPR!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel