EU kritik Rusia karena sebut Polandia bantu memulai PD II

Brussels (Reuters) - Komisi Eropa mengatakan pada Rabu bahwa mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta sejarah setelah Rusia menyiratkan jika Polandia ikut bertanggung jawab untuk memulai Perang Dunia Kedua (PD II) dan mengatakan akan menantang disinformasi dimanapun itu terjadi.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyiratkan bulan lalu bahwa Polandia berbagi tanggung jawab atas perang itu karena berkomplot dalam rencana Nazi Jerman pada tahun 1938 untuk memecah belah Cekoslowakia. Ketua parlemen Rusia telah meminta Polandia untuk meminta maaf karena memulai perang.

"Setiap orang berhak atas pendapatnya sendiri, tetapi bukan fakta-faktanya sendiri. Peran Komisi di sini adalah untuk membicarakan fakta," kata Komisaris Kehakiman Uni Eropa Vera Jourova kepada Parlemen Eropa.

"Komisi Eropa sepenuhnya menolak segala klaim palsu yang berupaya mendistorsi sejarah Perang Dunia Kedua atau memojokkan para korban, seperti Polandia, sebagai pelaku," katanya.

Jourova mengatakan itu adalah pakta antara Nazi Jerman dan Uni Soviet, yang ditandatangani oleh menteri luar negeri Joachim von Ribbentrop dan Vyacheslav Molotov pada 23 Agustus 1939, yang membuka jalan bagi perang.

"Aliansi Nazi-Soviet memungkinkan serangan ke Polandia oleh Nazi Jerman pada 1 September 1939, dan selanjutnya pasukan Soviet pada 17 September. Peristiwa ini menandai awal Perang Dunia Kedua - ini adalah faktanya," katanya.

"Distorsi fakta sejarah merupakan ancaman bagi masyarakat demokratis kita dan harus ditantang sedapat mungkin," katanya.

"Penyebaran distorsi dan disinformasi yang terorganisir dan ditargetkan adalah sesuatu yang harus kita lawan dan tolak."