Euforia Vaksinasi COVID-19 Bikin IHSG Menguat 0,62 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi dua perdagangan saham, Rabu (13/1/2021). Penutupan IHSG ditopang sentimen euforia vaksinasi COVID-19.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 39,53 poin atau 0,62 persen ke posisi 6.435,20. Indeks saham LQ45 menguat 0,65 persen ke posisi 1.002,89. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks Pefindo.

Sebanyak 243 saham menghijau sehingga membuat IHSG bertahan di zona hijau. Sedangkan 244 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 143 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.853.397 dengan volume perdagangan 35,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 997,17 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.057.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 1,28 persen. Sektor saham tambang menguat 4,17 persen, dan memimpin penguatan sektor saham. Diikuti sektor saham aneka industri mendaki 2,9 persen dan sektor saham industri dasar menguat 1,55 persen.

Top Gainers dan Losers

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang catatkan top gainer atau naik signifikan antara lain saham KIOS melonjak 34,48 persen ke posisi Rp 234 per saham, saham BUMI menguat 33,77 persen ke posisi Rp 103, dan saham BRMS menanjak 27,38 persen ke posisi Rp 107 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain saham PPGL melemah 9,46 persen ke posisi Rp 134 saham, saham CASH merosot 7,41 persen ke posisi Rp 400 per saham, dan saham RONY susut 7 persen 7 persen ke posisi Rp 186 per saham.

Bursa Saham Asia

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bursa saham Asia sebagian besar menghijau kecuali indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,15 persen dan indeks saham Shanghai melemah 0,27 persen.

Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,78 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,04 persen, indeks saham Thailand naik 0,98 persen, indeks saham Singapura mendaki 0,38 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 1,74 persen.

Analis: Euforia Vaksinasi COVID-19 Angkat IHSG

Pekerja terlihat di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja terlihat di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didukung sentimen dalam negeri dan luar negeri. Dari dalam negeri, euforia terkait penyelenggaraan vaksinasi massal juga disikapi positif oleh pelaku pasar.

“Apalagi hari ini Presiden Joko Widodo telah divaksin dengan menggunakan produk Sinovac,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari luar negeri, pasar mengapresiasi kebijakan Joe Biden yang akan mengeluarkan kebijakan stimulus jumbo bernilai triliunan dolar AS dalam rangka penanggulangan ekonomi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini