Euro 2020 / 2021 di Tengah Pandemi Covid-19: WHO Menggonggong, UEFA Berlalu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Palagan Euro 2020 / 2021 telah memasuki babak akhir. Inggris akan meladeni Italia pada partai puncak di Wembley, Senin (12/7/2021) dinihari WIB.

Inggris lolos ke partai final setelah mengandaskan perlawanan Denmark 2-1, Kamis (8/7/2021). Sementara itu, Italia telah lebih dahulu menggenggam tiket final usai memulangkan Spanyol lewat babak adu penalti.

Euro 2020 / 2021 semestinya berlangsung musim panas tahun lalu. Namun pandemi covid-19 membuat UEFA memutuskan menundanya selama setahun.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, UEFA memutuskan menunjuk 11 negara sebagai tuan rumah. Itu dilakukan demi memperingati 60 tahun Euro.

Bagi UEFA, menggelar Euro 2020 / 2021 di tengah pandemi covid-19 menghadirkan tantangan luar biasa. Lembaga pimpinan Alexander Ceferin itu harus menggodok peraturan agar Euro 2020 / 2021 bisa berlangsung aman di tengah pandemi.

Pada 4 Mei 2021, empat peraturan khusus akhirnya resmi ditambahkan UEFA. Peraturan itu sebelumnya sudah disetujui oleh para anggota Komite Eksekutif.

Sebelum resmi dikeluarkan, UEFA harus bertemu dengan perwakilan dari organisasi pemain, asosiasi negara anggota, dan juga Badan Kesehatan Dunia (WHO). Beberapa kota yang semula ditujukan menjadi tuan rumah pun diganti.

Kritik dari WHO

Suporter Italia merayakan kemenangan atas Spanyol pada pertandingan semifinal Euro 2020 di Roma, Rabu (7/7/2021). Italia akan bertemu antara pemenang Inggris vs Denmark di babak final. (AP Photo/Alessandra Tarantino)
Suporter Italia merayakan kemenangan atas Spanyol pada pertandingan semifinal Euro 2020 di Roma, Rabu (7/7/2021). Italia akan bertemu antara pemenang Inggris vs Denmark di babak final. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Meski telah dilibatkan, WHO pada akhirnya tetap mengkritik pelaksanaan Euro 2020 / 2021. Kritik itu datang dari petugas darurat senior WHO Eropa, Catherine Smallwood.

"Apa yang harus kita perhatikan adalah area di sekitar stadion. Bagaimana penonton ke sana? Apakah mereka bepergian dengan kerumunan atau konvoy bus? Apakah mereka bepergian dengan memperhatikan keselamatan individu?" kata Catherine seperti dilansir France 24.

"Jika kerumunan terjadi, akan ada kasus baru," ujarnya menambahkan.

UEFA Cuek

UEFA sendiri sudah mengeluarkan batasan jumlah. Rata-rata, penonton yang boleh hadir langsung di stadion tak lebih dari 10 hingga 15 ribu.

Pengecualian terjadi di laga yang berlangsung di Budapest, Hungaria. Lantaran telah mayoritas warganya telah menerima vaksin, UEFA mengizinkan stadion diisi hingga kapasitas penuh.

Kritik dari WHO pada akhirnya tidak membuat UEFA menghentikan Euro di tengah jalan. Jika sesuai jadwal, pecinta sepak bola dunia tetap akan menyaksikan Inggris atau Italia mengangkat trofi Senin dinihari nanti.

4 Peraturan Spesial Euro 2020 / 2021

1. Jika sekelompok pemain atau satu tim harus dikarantina berdasarkan keputusan otoritas kesehatan lokal lantaran positif covid-19, pertandingan akan tetap berlangsung dengan minimal 13 pemain tersedia.

2. Jika tim tidak bisa menghadirkan jumlah minimal pemain karena positif covid-19, pertandingan akan dijadwal ulang dalam 48 jam dari jadwal semula.

3. Jika penjadwalan ulang tidak bisa dilakukan, tim yang tidak bisa bertanding akan dinyatakan kalah 0-3.

4. Jika ada wasit yang ditugaskan memimpin pertandingan positif covid-19, UEFA dengan pengecualian, bisa menunjuk ofisial dari kebangsaan yang sama dengan salah stu tim yang bertanding.

Saksikan Video Euro 2020 / 2021 di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel