Euro 2020 diluncurkan tanpa pemain sepakbola

Paris (AFP) - Euro 2020 mungkin telah tersingkir dari kalender karena virus corona, tetapi versi eTournament video-game UEFA dimulai pada Sabtu.

Alih-alih Kylian Mbappe, Harry Kane atau Cristiano Ronaldo yang bertanding di lapangan, para gamer-lah yang akan berhadapan dalam laga eEuro pertama, dari kursi mereka.

"Semua beban ada ada di pundak kita," kata Lotfi Derradji, 21 tahun asal Prancis. Ia berasal dari pinggiran Paris tetapi 'bermain' untuk Monaco, tempat ia dinobatkan sebagai juara Prancis pada 2018.

"Kami akan mewakili Prancis bukan di lapangan tetapi di layar komputer, kami mendapat banyak dukungan," kata rekan satu tim Derradji di klub dan internasional, Walid Rachid Tebane, yang meraih gelar individu Eropa pada Juni 2019.

"Kami kecewa Euro sudah ditunda tapi pada saat yang sama, perhatian sekarang beralih pada kami," tambah Derradji. Ia telah bermain dengan striker internasional Prancis -dan penggemar game- Antoine Griezmann.

Kedua pemain profesional eSports berkaca mata itu memperoleh 2.000-6.000 euro per bulan, tetapi jumlah itu bisa meningkat menjadi 40.000 euro untuk diperebutkan akhir pekan ini beserta ikatan komersialnya.

Dengan menggunakan perangkat Playstation, pertandingan grup akan berupa dua lawan dua.

Pertandingan di babak sistem gugur akan dilangsungkan dalam best of three serta campuran antara pertandingan satu lawan satu dan dua lawan dua. Babak final akan dimainkan dalam sistem best of five.

"Kylian Mbappe akan selalu lebih mulus kalau bermain bersama dia daripada Mitroglou, tapi dalam game Mbappe tidak lebih baik dari dia," kata Derradji. Ia merujuk pada Kostas Mitroglou, striker Yunani yang dikontrak Marseille.

"Tapi pertandingan ini tidak akan pernah menggantikan sepak bola sungguhan, jadi jangan terbawa suasana.

"Tidak selalu mudah untuk meyakinkan orang tentang event yang para pesaingnya bertanding sambil duduk."

Namun popularitas game daring, seperti Fortnite dan League of Legends dengan penonton dari kalangan muda, dipandang oleh UEFA sebagai tanda bahwa peta sedang berubah.

Direktur pemasaran UEFA, Guy-Laurent Epstein mengatakan karantina wilayah merupakan keuntungan bagi eSports.

"(Game dan kemunculan para gamer) merupakan peluang untuk dimanfaatkan," katanya.

"Kami melihat ledakan peristiwa selama beberapa bulan terakhir karena game merupakan alternatif bagi para penggemar olahraga," katanya kepada AFP.

"Dan beberapa pertandingan telah menarik jumlah penonton yang signifikan."

Ia menambahkan, "Kami berharap akan menarik minimal empat juta pemirsa selama akhir pekan."

"Kami lihat penggemar yang haus tontonan olahraga sekarang ini memberi perhatian pada kompetisi olahraga daring, bahkan mereka yang belum pernah melakukan ini sebelumnya."

yk/jed/jta/ole/dmc/pb