Evakuasi Korban Sriwijaya SJ 182, Tim SAR Bawa 4 Kantong Jenazah ke Tanjung Priok

·Bacaan 2 menit
Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dibawa KRI Kurau ditunjukkan di Dermaga JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Tim SAR Kopaska TNI AL menyerahkan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil dievakuasi ke Basarnas, Kepolisian, dan KNKT. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR kembali membawa secara berkala temuan korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Siang ini ada enam kantong evakuasi yang kemudian akan ditangani lebih lanjut.

"Saat ini empat kantong body part korban, satu kantong berisi perlengkapan pribadi korban, satu kantong berisikan serpihan pesawat," tutur Komandam KRI Tenggiri-865 Mayor Laut Tony Hermawan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1/2021).

Usai diturunkan, pengecekan isi kantong hasil evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 kembali dilakukan. Keseluruhannya diperiksa dengan ditutupi sekat yang memang sudah disediakan.

Direktur Operasi Basarnas, Rasman menambahkan, pihaknya akan bergegas menindaklanjuti temuan terbaru itu.

"Kami berikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada KRI Tenggiri. Kita serahkan kepada DVI dan KNKT untuk berikan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut," jelas Rasman soal Sriwijaya Air.

Soal Black Box

Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengungkapkan pencarian black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengerucut di tiga titik. Ketiga lokasi itu masih berada di perairan sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Sudah bisa dikerucutkan, dari yang asalnya lima menjadi tiga titik," ujar Yayan di KRI Rigel-933, seperti ditayangkan TV One, Selasa (12/1/2021).

Menurut dia, tiga lokasi pencarian black box Sriwijaya Air SJ 182 itu berdasarkan pemetaan dan analisis yang dilakukan tim di KRI Rigel.

"Alat yang digunakan di antaranya magnetometer, HIPAP dan multibeamechosounder," kata Yayan.

Sebelumnya, Senin 11 Januari 2021, area pencarian berbentuk segitiga, 100 meter kali 100 meter kali 80 meter. Area pencarian itu mendapatkan empat kantong puing pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu.

Yayan menyatakan tim penyelam dari Dislambair akan melakukan penguraian pada potongan-potongan material dari puing-puing pesawat yang kemungkinan besar diduga menimbun kotak hitam, seperti dilansir Antara.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: