Evakuasi Warga dari Afghanistan yang Dikuasai Taliban, Selandia Baru Kirim Pesawat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Wellington - Demi mengevakuasi warganya di Afghanistan yang tengah dikuasai Taliban, Selandia Baru mengirimkan pesawat khusus.

Mengutip Xinhua, Kamis (19/8/2021), personel Angkatan Pertahanan Selandia Baru (New Zealand Defence Force/NZDF) dan sebuah pesawat Hercules C-130 pada hari Kamis bertolak menuju Timur Tengah dari Auckland untuk membantu proses evakuasi internasional dari Afghanistan, termasuk warga Selandia Baru dan warga negara asing lainnya yang disetujui.

"NZDF telah memberitahukan bahwa akibat situasi yang berkembang, diperkirakan hingga 80 personel akan dikerahkan guna mendukung respons internasional," demikian seperti disampaikan Menteri Pertahanan Selandia Baru Peeni Henare dalam sebuah pernyataan.

Pada tahap ini, NZDF sedang bersiap untuk dikerahkan hingga satu bulan. Kontingen tersebut akan mencakup antara lain awak pesawat dan staf pemeliharaan, tim medis, staf pendukung operasional, personel logistik, serta perlindungan pasukan, ujar Henare.

"Semua personel yang dikerahkan telah divaksinasi," kata sang menteri, seraya menambahkan bahwa akan ada perlindungan di seluruh misi, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD).

Afghanistan terkini diduduki Taliban. Kelompok militan itu bahkan mendiami istana kepresidenan. Sementara sejumlah diplomat asing dan warga negara tersebut berebut keluar dari negara itu..

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selandia Baru Tengah Lockdown

Ilustrasi Auckland, Selandia Baru. (dok. Unsplash.com/@calderwood)
Ilustrasi Auckland, Selandia Baru. (dok. Unsplash.com/@calderwood)

Selandia Baru saat ini berada di bawah penerapan karantina wilayah (lockdown) nasional COVID-19 akibat melonjaknya kasus varian Delta di Auckland.

Selandia Baru telah mengumumkan pemberlakuan lockdown setelah seorang pria yang dites COVID-19 mendapat hasil positif - kasus infeksi pertama dalam enam bulan.

Dilansir dari laman BBC, Selasa 17 Agustus, kasus infeksi itu terdeteksi di Auckland, yang akan memberlakukan lockdown selama sepekan, sementara wilayah lain akan lockdown selama tiga hari.

Otoritas Selandia Baru mengatakan mereka sedang memeriksa kemungkinan bahwa kasus baru itu adalah COVID-19 varian Delta.

Pasien baru itu diketahui adalah seorang pria berusia 58 tahun, yang diyakini telah tertular Virus Corona sejak 13 Agustus.

Setidaknya ada 23 lokasi potensial penularan.

Coromandel, kota pesisir yang sempat dikunjungi pasien tersebut, juga akan memberlakukan lockdown selama tujuh hari.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan aturan "level 4" terberat diperlukan - menutup sekolah, kantor, dan semua sektor bisnis dengan hanya layanan penting yang tetap beroperasi.

"Saya ingin meyakinkan Selandia Baru bahwa kami telah merencanakan kemungkinan ini. Bekerja keras dan lebih awal telah berhasil bagi kami sebelumnya," jelas Ardern.

Dilaporkan juga ada kesibukan di supermarket di Auckland, karena penduduk setempat mengantisipasi lockdown mendadak.

Hanya sekitar 20% dari populasi Selandia Baru yang sejauh ini sudah divaksinasi lengkap.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel