Evaluasi PPKM Diperpanjang, Pemerintah Diminta Tak Terburu-buru Melonggarkan Mobilitas Masyarakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah harus kembali memutuskan evaluasi apakah PPKM diperpanjang lagi esok hari. Terakhir perpanjangan PPKM di Jawa dan Bali berlaku hingga 6 September 2021.

Terkait evaluasi ini, Koordinator Nasional Forum Solidaritas Kemanusiaan Sudirman Said, menilai selama masih terjadi penyebaran kasus baru, risiko untuk terjadinya gelombang kasus covid-19 masih ada. Sebaiknya tak udah terburu-buru mencabut status pandemi.

"Karena itu memang tidak sebaiknya buru-buru melonggarkan aturan. Untuk kembali ke masa normal dimana masyarakat bebasa beraktivitas, kelihatannya masih harus bersabar," ujar dia, Minggu (5/9/2021).

Adapun sebelumnnya penularan Covid-19 dinilai mulai melandai, seiring berlakunya kebijakan PPKM. Begitu juga serbuan vaksinasi telah dinilai efektif.

Sehingga muncul desakan untuk mencabut status pandemi menjadi endemi atau melakukan pelonggaran mobilitas masyarakat.

Menurut Sudirman, pancabutan status pandemi harus dibarengi dengan situasi yang benar-benar membaik. Selama mobilitas masyarakat masih tinggi dan protokol kesehatan kendor, tentu bisa membahayakan.

Di samping itu, pentingnya percepatan vaksinasi juga menjadi kunci untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Bila vaksinasi cakupannya sudah cukup luas, dan sebagian warga sudah mendapatkan vaksin, pasti risiko penularan akan berkurang."

"Kebiasaan baru untuk tetap menjaga prokes (normal baru) juga akan turut menjaga risiko itu. Masyarakat pasti sudah banyak belajar bagaimana menjaga diri agar tidak tertular. Semoga ada penyesuaian pola hidup menjadi perilaku baru untuk hidup bersama covid-19, “tukasnya.

Pakai Masker dan Vaksinasi, Kunci Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Polisi memakaikan masker kepada warga RW 11, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta, Jumat (18/9/2020). Di masa pandemi COVID-19, TNI dan Polri bersinergi mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polisi memakaikan masker kepada warga RW 11, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta, Jumat (18/9/2020). Di masa pandemi COVID-19, TNI dan Polri bersinergi mengimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. (merdeka.com/Imam Buhori)

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) serta banyak negara di dunia termasuk Indonesia, bersepakat bahwa pandemi tidak akan segera berakhir. Warga dunia harus siap untuk hidup bersama COVID-19 dalam jangka panjang.

Terlebih, para ilmuwan juga sudah memprediksi potensi pandemi menjadi endemi atau penyakit yang selalu ada di populasi atau wilayah tertentu. Oleh karena itu, memakai masker dan melakukan vaksinasi merupakan bagian dari persiapan menuju tatanan kehidupan baru yang berdampingan dengan COVID-19.

“Langkah transisi dan adaptasi mesti mulai kita persiapkan untuk era gaya hidup baru tersebut, yaitu gaya hidup sehat meski berdampingan dengan COVID-19,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Kondisi penanganan COVID-19 di Indonesia yang sudah membaik membuat sebagian kegiatan sosial dan ekonomi dibuka secara bertahap. Namun, agar tidak memicu kenaikan kasus maka penegakkan protokol kesehatan harus tetap dilakukan.

“Terutama adalah melakukan vaksin dan menggunakan masker. Keduanya menjadi satu paket ikhtiar setiap individu untuk bisa hidup sehat berdampingan dengan COVID-19," kata Plate.

"Dengan bermasker dan sudah divaksin maka masyarakat bisa bekerja, belajar, berolahraga, beribadah, dan melakukan berbagai kegiatan di mana saja dengan lebih aman,” tambahnya.

Masyarakat dapat berkontribusi disiplin dengan memakai masker dan sudah divaksin bisa menurunkan kondisi pandemi.

"Ini adalah upaya dari kita, oleh kita, dan untuk kita juga. Dengan ikhtiar ini, semoga dampak COVID-19 akan dapat ditekan dan kita tak perlu berlakukan lagi darurat PPKM. Ekonomi pun tetap jalan tanpa mengabaikan prioritas kesehatan,” katanya lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel