Evaluasi Teror di Mabes Polri, Polisi Simpulkan SOP Berjalan Baik

Fikri Halim, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah mengaudit sistem evaluasi pengamanan di Bareskrim Polri. Menurut dia, hasilnya tidak ada kesalahan prosedur petugas jaga saat teroris ZA (25) masuk ke Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021.

“Semua disimpulkan bahwa SOP (standar operasional prosedur) sudah berjalan dengan baik,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Selasa, 13 April 2021.

Saat ini, Rusdi mengatakan pihaknya telah meningkatkan pengamanan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Misalnya, melakukan pengecekan terhadap tamu atau pengunjung dengan ketat.

“Bisa melihat sendiri bagaimana pemeriksaan pada tempat-tempat penjagaan itu akan ditingkatkan lagi, terutama bagi masyarakat atau tamu yang memiliki kepentingan di Mabes Polri,” ujarnya.

Namun, Rusdi mengatakan, peningkatan pengamanan tidak hanya berlaku di Mabes Polri semata. Akan tetapi, pengecekan terhadap pengunjung di seluruh markas kepolisian tetap dijalankan oleh petugas.

“Ini tidak di Mabes Polri saja, di satuan-satuan kewilayahan telah dilakukan audit pengamanan sehingga betul-betul pengamanan di markas kepolisian dapat berjalan dengan baik,” jelas dia.

Berdasarkan informasi sebelumnya, pelaku diketahui bernama Zakiah Aini kelahiran 14-9-1995. Perempuan ini pekerjaannya sebagai pelajar/mahasiswa dan berstatus belum menikah.

Diketahui, aksi baku tembak terjadi di Kantor Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jalan Trunojoyo pada Rabu, 31 Maret 2021. Akibatnya, satu orang berpakaian hitam terlihat tergeletak di halaman dalam Mabes Polri.

Dari video yang beredar, ada seorang berjubah hitam dan seperti memakai kerudung warna biru berdiri di Posko Mabes Polri. Terlihat, seseorang ini membawa senjata seperti senjata api yang sempat diletuskan ke arah kiri. Diduga, ia sedang baku tembak dengan aparat kepolisian..

Akhirnya, seorang berbaju hitam itu langsung tergeletak diduga terkena tembakan dari aparat kepolisian. Kemudian, terlihat ada benda seperti senjata api yang berada di sebelahnya.