Evan Dimas dan Barisan Pemain Lokal Papan Atas yang Doyan Pindah Klub Liga 1

Bola.com, Malang - Bursa transfer BRI Liga 1 masih dibuka. Musim ini, masih banyak pemain top Indonesia yang masih dilabeli petualang sejati karena sering berpindah klub setiap musimnya.

Sebelumnya, ada pemain seperti Hamka Hamzah, Raphael Maitimo dan beberapa pemain lain yang namanya menghiasi bursa transfer jelang musim baru.

Kali ini, ada beberapa pemain muda dan veteran yang jadi penerusnya. Bola.com mencatat ada 4 pemain lokal. Mereka tak sekadar mencari kontrak yang lebih bagus, tapi juga melihat keseriusan klub untuk membentuk komposisi tim.

Bagi mereka, ini sah-sah saja di dunia sepak bola profesional. Selain mengejar karir, tentu untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarganya.

Tapi bukan berarti mereka mengesampingkan loyalitas kepada klub. Karena para pemain ini tetap memberikan loyalitasnya dalam bentuk lain. Selama masih terikat kontrak, mereka berjanji bermain militan untuk timnya. Berikut para pemain top yang sering berpindah klub.

Evan Dimas

<p>Evan Dimas dan Andik Rendika Rama halal bihalal bersalaman dengan vidio analis arema, FX Yanuar sebelum latihan dimulai.&nbsp;(Bola.com/Iwan Setiawan)</p>

Evan Dimas dan Andik Rendika Rama halal bihalal bersalaman dengan vidio analis arema, FX Yanuar sebelum latihan dimulai. (Bola.com/Iwan Setiawan)

 

Sejak membela klub Malaysia, Selangor FA, Evan Dimas jadi pemain yang selalu pindah di setiap musimnya. Dia sempat memperkuat Barito Putera, Persija Jakarta, Bhayangkara FC dan kini berlabuh di Arema FC.

Saat gabung dengan Arema, Evan mengaku berpindah klub karena ingin mencari tantangan baru. Selain itu, tim berjuluk Singo Edan juga serius mengajaknya bergabung karena perannya di lini tengah sangat dibutuhkan.

Namun, petualangannya sementara bakal tertahan di Arema lantaran Evan dikontrak dua musim. Musim depan pemain asal Surabaya ini tak akan berpindah klub. Sama seperti saat dia pertama muncul bersama Bhayangkara FC beberapa tahun silam.

 

Ferdinand Sinaga

Sama halnya dengan pemain pengganti Persib Bandung, Ferdinan Sinaga yang belum tampil memuaskan dalam semua ajang di Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Sama halnya dengan pemain pengganti Persib Bandung, Ferdinan Sinaga yang belum tampil memuaskan dalam semua ajang di Piala Menpora 2021. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pemain berjuluk The Dragon ini belakangan mondar-mandir membela PSM Makassar dan Persis Solo. Tapi, setiap musimnya memang dia lebih sering berpindah klub.

Striker berusia 33 tahun ini sudah pernah membela 13 klub. Cukup luar biasa perantauannya. Meski demikian, Ferdinand berjanji memberi semua energinya untuk setiap klub yang dibela.

Meski musim lalu hanya mencetak 1 gol di paruh musim Liga 1 bersama PSM, itu tak membuat namanya tenggelam karena Persis sebagai tim promosi yang diprediksi membuat kejutan menariknya kembali untuk Liga 1 2022/2023.

Sudah terbiasa pindah klub, Ferdinand jadi sosok yang mudah beradaptasi dengan tim barunya. Buktinya, dia berhasil membawa Persib Bandung juara ISL 2014 pada musim pertamanya datang.

Setelah itu, Ferdinand hampir selalu jadi pilihan utama di tim yang dibela. Itu jadi bukti cepatnya dia adaptasi dengan tim baru.

Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu - Pemain berusia 22 tahun itu membuat lini tengah Persija Jakarta semakin hidup. Kehadiranya seakan menjadi roh permainan Macan Kemayoran. Umpan-umpan pendek maupun panjang akurat yang menjadi ciri khasnya diprediksi akan merepotkan Persib. (Dok. Persija)
Syahrian Abimanyu - Pemain berusia 22 tahun itu membuat lini tengah Persija Jakarta semakin hidup. Kehadiranya seakan menjadi roh permainan Macan Kemayoran. Umpan-umpan pendek maupun panjang akurat yang menjadi ciri khasnya diprediksi akan merepotkan Persib. (Dok. Persija)

 

Usianya baru 23 tahun. Tapi, Syahrian Abimanyu sudah memperkuat 5 tim profesional. Bermula dari Sriwijaya FC, Madura United, Johor Darul Takzim (Malaysia), Newcastle Jets (Australia), dan kini memperkuat Persija Jakarta. Lima tim itu dibelanya dalam waktu empat tahun.

Petalangan Syahrian ini tak semata dia memburu kontrak yang besar. Pengalaman yang diincarnya. Apalagi saat main di Malaysia dan Australia. Kini, Syahrian juga membela Timnas Indonesia U-23 dan senior.

Berkat seringnya berpindah klub, performa Syahrian bisa dikatakan makin matang. Dia sudah ditempa persaingan di sejumlah klub yang dibela.

Apalagi tim yang dibelanya tergolong punya basis suporter besar. Sejak paruh musim lalu hingga sekarang, Syahrian bermain untuk Persija yang punya suporter militan. Itu membuatnya lebih matang secara mental.

 

Irfan Jauhari

<p>Pemain Timnas Indonesia U-23,&nbsp;Irfan Jauhari saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-23, Irfan Jauhari saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

 

Striker Timnas Indonesia U-23 ini baru naik promosi ke tim profesional pada 2020 lalu. Meski baru dua tahun, Irfan sudah bermain untuk 3 tim. Bali United, Persis Solo, dan Persija Jakarta. Ketiganya bukan tim sembarangan.

Banyak pemain yang lebih berpengalaman darinya. Tapi, dia masih dapat kesempatan bermain.

Irfan berpindah tim juga untuk memburu kesempatan bermain. Ketika berada di Bali United, dia bisa dibilang sedikit mendapatkan jam terbang.

Apalagi waktu itu kompetisi terhenti akibat pandemi virus corona. Baru saat bermain untuk Persis Solo di Liga 2, dia mulai mendapat kesempatan main.

Setelah membawa Persis promosi, Irfan dipinjamkan ke Persija Jakarta pada tengah musim lalu. Dia main 15 kali dan mencetak 5 gol. Cukup oke untuk ukuran pemain berusia 21 tahun. Musim depan, sepertinya peluang bermain di Liga 1 bersama Persis diprediksi lebih banyak karena sekarang dia masuk di skuat Timnas Indonesia U-23 dan senior.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel