Evan Dimas, Sosok Istimewa Kesayangan Semua Pelatih Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Siapa pun pelatihnya, Timnas Indonesia seakan sulit dilepaskan dari Evan Dimas Darmono. Gelandang jebolan Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013 itu tercatat sudah enam tahun dipercaya masuk dalam Timnas Indonesia di berbagai kejuaraan, bahkan di sela-sela aktivitasnya bersama Timnas Indonesia kelompok usia, seperti U-19 dan U-22.

Evan Dimas memang boleh dibilang merupakan gelandang tengah terbaik yang dimiliki Indonesia. Kemampuan menjaga bola, mengalirkan ke segala penjuru lapangan, melepaskan umpan terobosan yang akurat, menembak bola hingga menciptakan gol, adalah atribut yang melekat terhadap pemain yang membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017 itu.

Bicara soal kiprahnya di Timnas Indonesia senior, Evan Dimas telah merasakan bermain di bawah arahan sejumlah pelatih, mulai dari Alfred Riedl hingga Shin Tae-yong saat ini. Riedl adalah pelatih Timnas Indonesia senior pertama yang menangani Evan Dimas setelah sang pemain tampil apik bersama Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri.

Evan Dimas mendapatkan debut di Timnas Indonesia senior pada Piala AFF 2014 asuhan Alfred Riedl. Meski saat itu hanya sekali dimainkan ketika menghadapi Laos, Evan langsung bisa mencetak gol dan kembali mendapatkan kepercayaan dari pelatih asal Austria itu untuk kembali membela Tim Garuda di Piala AFF 2016.

Setelah Alfred Riedl pergi setelah Piala AFF 2016 berakhir dan Timnas Indonesia kembali hanya menjadi runner-up, Timnas Indonesia ditangani oleh pelatih asal Spanyol, Luis Milla, yang juga menangani Timnas Indonesia U-22 yang akan berlaga di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Evan Dimas lagi-lagi menjadi kesayangan Luis Milla di lini tengah. Ketika di Asian Games 2018, Evan Dimas diturunkan bersama Zulfiandi di lini tengah, membantu Stefano Lilipaly yang bermain lebih ke depan. Tak hanya di Timnas Indonesia U-23, Luis Milla pun memberikan kepercayaan kepada Evan Dimas di tim senior.

Mengidolakan Andres Iniesta dan pernah berlatih di Spanyol membuat Evan Dimas cukup cepat beradaptasi dengan gaya permainan Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu pun menyukai karakter permainan pemain kelahiran Jember itu.

"Evan Dimas pemain yang sangat penting. Ia bisa bermain di posisi nomor 6 atau 8. Bahkan Evan bisa turun di posisi nomor 10 jika memang lawan lebih kuat dan kami membutuhkan tenaga lebih dari dirinya," ujar Luis Milla kala menangani Timnas Indonesia.

Andalan Simon McMenemy, Tetap Dapat Tempat di Era Shin Tae-yong

Gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas, berusaha melewati striker Malaysia, Syafiq Ahmad, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas, berusaha melewati striker Malaysia, Syafiq Ahmad, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Setelah Luis Milla tidak diperpanjang oleh PSSI sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono tetap ada dalam tim yang kemudian ditangani oleh asisten Luis Milla, Bima Sakti, di Piala AFF 2018.

Setelah tim tersebut gagal tampil impresif di Piala AFF 2018, PSSI menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih kepala. Evan Dimas tentu masih ada dalam skema.

Pasalnya, Evan Dimas juga merupakan andalan Simon McMenemy ketika sama-sama bekerja di Bhayangkara FC dan menjadi juara di Liga 1 2017.

Simon McMenemy memang merupakan pelatih yang gemar menyatukan pemain senior dengan pemain muda, dan Evan Dimas adalah satu di antara pemain muda miliknya saat itu.

Namun, Timnas Indonesia justru tidak berkembang di bawah asuhan Simon McMenemy. Dalam lima pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Tim Garuda gagal mendapatkan sebiji poin. McMenemy pun kemudian dipecat.

Shin Tae-yong datang sebagai pengganti. Ini merupakan hal baru mengingat belum pernah Timnas Indonesia ditangani oleh seorang pelatih berasal dari Korea Selatan. Namun, bagi Evan Dimas tak ada yang sulit.

Dengan kualitas yang dimilikinya, Evan Dimas tetap menjadi satu di antara banyak pemain yang kerap mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan, baik proyeksi SEA Games 2021 maupun Kualifikasi Piala Dunia 2022.

"Alhamdulillah saya masih dipercaya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Saya berharap dapat memberikan yang terbaik selama pemusatan latihan kali ini dan tidak ingin cepat puas," ujar Evan Dimas ketika mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021 pada Februari lalu.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel