Event KTT G20 Diklaim Ciptakan 700 Ribu Lapangan Kerja Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Gelaran konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali dinilai berhasil menciptakan 700 ribu lapangan kerja baru. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Andreas Dipi Patria.

"Yang menarik adalah dengan datangnya orang asing ke Indonesia, sehingga peningkatan wisatawan mancanegara mencapai 1,8 juta sampai 3,6 juta dan hampir 700 ribu lapangan kerja baru ini terbentuk. Terutama di sektor kuliner, fashion atau kriya. Contohnya Bali, Kuta yang dulu (sepi karena pandemi), sekarang mulai ramai lagi, kulinernya jalan lagi, toko-toko souvenir juga bergerak dan seterusnya. Itu akibat pergerakan wisatawan cukup tinggi masuk ke Indonesia," kata Andreas Dipi kepada wartawan, Rabu (9/11).

Semenjak Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 pada tahun 2021 lalu, tidak kurang ada 250 pertemuan rangkaian event atau side event di 25 kota.

"Kurang lebih dari 11 bulan pada saat Indonesia menerima Ketua Presidensi G20 tahun 2021 yang lalu. Maka Indonesia sudah menyiapkan berbagai macam aktivitas pertemuan, dimulai pertemuan di tingkat level bawah sampai tingkat menteri totalnya melebihi 250 pertemuan," ujar dia.

Dia menyebutkan, dari 250 pertemuan itu Indonesia sudah menyelesaikan 80 persen kesepakatan yang ada di KTT G20 dan tinggal 20 persen yang belum diselesaikan.

"Nah 20 persen ini, akan kita tuntaskan empat dan lima hari mendatang. Dan itu antara komite dan disepakati dan selesai di KTT G20. Ini salah satu prestasi juga bagi Indonesia untuk menghasilkan subtansi-subtansi yang memang bermanfaat, bukan saja untuk Indonesia tapi untuk dunia," lanjutnya.

Efek dari side event 250 pertemuan itu secara nasional diperkirakan lebih USD 533 atau sekitar Rp7,4 triliun akan membangun produk domestik bruto (PDB) dan juga meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun.

"Artinya apa, kalau kita lihat di semester ini laporan BPS, Indonesia tumbuh 5,72 persen itu cukup signifikan. Di mana negara-negara belum bisa tumbuh setinggi itu, dan kita tumbuh lebih tinggi dari rata-rata dunia ekonominya. Itu merupakan kabar baik bagi kita semua," ujarnya. [cob]