Evergrande Prioritaskan Investor Lokal, Asing Gigit Jari Terkait Pembayaran Utang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Babak akhir gejolak Evergrande masih belum jelas. Namun, konglomerat China yang terdampak mulai mendapatkan prioritasnya. Sementara investor asing terlihat berada di urutan terbawah.

Dalam beberapa hari terakhir, raksasa properti itu berkomunikasi dengan pemberi pinjaman domestik saat mencoba menyisir gunung utangnya yang mencapai USD 300 miliar atau sekitar Rp 4.280 triliun (perkiraan kurs Rp 14.267 per dolar AS).

Namun, Evergrande tetap diam untuk dua kewajiban pembayaran bunga kepada investor luar negeri (offshore) yang jatuh tempo dalam dua minggu terakhir.

Dilansir dari CNN, pada Minggu (3/10/2021), kewajiban jatuh tempo tersebut yakni pada obligasi berdenominasi dolar AS senilai USD 83,5 juta atau sekitar Rp 1,19 triliun, dan lainnya USD 47,5 juta atau sekitar Rp 677,68 miliar. Hal itu menunjukkan prioritas perusahaan adalah membayar kembali investor China terlebih dahulu.

Langkah tersebut menyusul tekanan besar dari Beijing untuk melindungi orang-orang yang membeli apartemen dari Evergrande dan belum sempat memilikinya.

Sektor real estat China dan industri terkait diperkirakan menyumbang sekitar 30 persen dari PDB negeri tirai bambu itu. Sehingga para pejabat setempat bermaksud menghindari krisis lebih luas.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jual Saham Bank

Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Pada Rabu, 29 September 2021 Evergrande mengumumkan telah setuju untuk menjual saham senilai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,40 triliun di Bank Shengjing.

Saham tersebut kemudian dibeli oleh perusahaan manajemen aset milik negara. Langkah itu dilakukan menjelang tenggat waktu pembayaran bunga utang lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel