EWF Cirebon gaet kaum milenial jadi pekerja pialang berjangka

·Bacaan 1 menit

PT Equityworld Futures Cirebon (EWF) menggaet kaum milenial untuk bisa terjun menjadi pekerja di perusahaan pialang berjangka, mengingat dalam bisnis tersebut sangat menjanjikan bagi mereka.

"Memang bekerja di pialang belum dilirik anak muda, untuk itu kita akan terus mengajak anak muda terjun ke bisnis ini," kata Pimpinan Cabang EWF Cirebon Ernest Firman di Cirebon, Sabtu.

Ernest mengatakan saat ini pihaknya terus mengajak kaum milenial, agar bisa memahami bisnis pialang berjangka.

Mengingat pada masa pandemi COVID-19 bisnis di sektor ini masih bisa tumbuh positif, terbukti dengan berdirinya kantor EWF Cirebon, yang didirikan pada masa sulit ini.

Namun kinerja perusahaan yang masih baru di Cirebon terbilang sudah mampu bersaing dengan perusahaan pialang lain yang sudah bertahun-tahun berdiri.

"Terbukti, setahun belakangan ini, EWF mampu mencatatkan total volume transaksi sebesar 16.500 lot atau rata-rata kenaikan tiap bulan 16 persen. Adapun kenaikan nasabah baru mencapai 12 persen atau 200 orang," katanya.

Ernest mengatakan target perusahaan ke depannya EWF Cirebon menginginkan jumlah transaksi sebesar 30.000 lot sampai akhir 2021.

Dan, dalam lima tahun ke depan, EWF Cirebon akan memberikan kontribusi minimal 30 persen dari seluruh kantor EWF di Indonesia.

"Kami optimistis target transaksi bisa tercapai, mengingat ada beberapa momen besar mendatang," katanya.

Sebagai perusahaan pialang berjangka teraktif ketiga dari 10 perusahaan pialang berjangka teratas anggota Bursa Berjangka Jakarta, PT Equityworld Futures Cirebon (EWF Cirebon) berkomitmen memberikan layanan transaksi terbaik untuk masyarakat Cirebon dan sekitarnya.

Baca juga: Pialang perdagangan berjangka ilegal masih marak

Baca juga: Traxindo paparkan cara cepat pelajari dunia perdagangan valas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel