Ewindo segera tindaklanjuti kebijakan pengembangan hortikultura

·Bacaan 2 menit

PT East West Seed Indonesia (Ewindo) segera menindaklanjuti kebijakan pengembangan hortikultura dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha dan perbankan.

"Kami sudah menyiapkan teknologi, tenaga pendamping dan varietas unggul berkualitas benih sayuran yang siap dikembangkan dan dibudidayakan petani," kata Managing Director Ewindo, Glenn Pardede dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu.

Menurut Glenn, melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura akan dilakukan pembinaan dan pendampingan bagi petani di sentra pangan (food estate) yang untuk inisiasi awal berlokasi di Temanggung sebagai proyek contoh.

"Polanya petani kita ajak memproduksi benih unggul berkualitas yang hasilnya akan kami serap sehingga petani akan mendapat banyak manfaat," kata Glenn.

Varietas unggul berkualitas tinggi yang telah disiapkan antara lain adalah cabai rawit dengan alokasi target produksi benih di proyek contoh adalah sebanyak 500 kilogram dan lahan sekitar dua hektare dengan rencana pengembangan 15 hektare.

Baca juga: Pemerintah tingkatkan kemitraan pengembangan hortikultura

"Varietas tersebut adalah hasil penelitian dan pengembangan yang menggunakan teknologi tinggi yang dilakukan oleh para pemulia tanaman terbaik perusahaan," jelas Glenn.

Terkait dengan tenaga pendamping petani, Glenn mengatakan telah menyiapkan tim yang memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang budidaya tanaman.

"Para pendamping petani ini rata-rata telah memiliki pengalaman selama belasan tahun di lapangan dan akan selalu mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penyiapan benih, pemeliharaan tanaman, teknologi pasca panen hingga nanti hasil panen diserap," jelas Glenn.

Ia optimistis melalui strategi ini petani akan semakin meningkat kesejahteraannya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Hortikultura yang diwakili oleh Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dan Ewindo yang diwakili oleh Managing Director Glenn Pardede telah menandatangani nota kesepahaman pengembangan agroindustri hortikultura yang berdaya saing dan berkelanjutan pada Kamis (26/8).

Baca juga: Kemenko Perekonomian dorong pengembangan hortikultura orientasi ekspor

Nota kesepahaman ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Garut, Temanggung, Wonosobo, serta Pemkab Bantul. Terkait kebutuhan pembiayaan, pemerintah juga menggandeng perbankan yakni Bank Jabar dan Banten (BJB).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan MoU ini sebagai bentuk tanggung jawab akselerasi untuk harmonisasi sinergi lintas sektoral guna mengamankan pangan selama masa pandemi COVID-19.

Menteri Pertanian juga menyebutkan pertanian harus dibangun dengan integritas penuh berbasis kecerdasan buatan melibatkan ilmuwan dan para pakar.

Pertanian dewasa ini menurutnya tidak lagi terfokus pada produktivitas. Wujud nyata dari nota kesepahaman ini adalah tercapainya kepastian produksi hortikultura yang berkualitas.

Ketika produksi tercapai, petani tidak bingung untuk mencari pasar dikarenakan sudah ada pengambil alih (off taker) yang siap menerima hasil.

Baca juga: Pemerintah perluas pengembangan produk hortikultura untuk ekspor

“Pertanian tidak bisa lagi di-handle dengan cara-cara seperti kemarin, harus ada tindakan akseleratif. Kita harus menemukan cara-cara baru dari hulu ke hilir, tidak hanya lingkup sektoral, tidak hanya nasional tapi terkoneksi dengan semua unsur yang ada kaitannya. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bukti nyata,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel