Eyang Ratih: Wagini anak genderuwo paling ganteng

MERDEKA.COM. Sosok Wagini yang disebut oleh pendampingnya Eyang Ratih sebagai anak genderuwo, terus menjadi buah bibir. Wajahnya yang seram dan sulit berkomunikasi, membuat publik penasaran siapa sebenarnya pria gondrong yang berasal dari Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut.

Namun, meski tampak seram, dibanding anak-anak genderuwo lainnya, Wagini bisa dibilang ganteng. Paling ganteng malahan. Setidaknya hal ini diakui oleh orangtua angkat Wagini, Eyang Ratih.

"Kalau di dunia gaib, Wagini dianggap genderuwo ganteng. Makanya dia sering digodain (mahluk halus). Kadang terlihat dia suka tertawa sendiri," kata Eyang Ratih saat dihubungi merdeka.com, Senin (13/5).

Kenapa Wagini disebut paling ganteng di antara anak genderuwo lain? Eyang Ratih punya alasan sendiri.

"Karena tidak berbulu lebat, hanya di tangan, dada dan punggung. kulitnya juga tidak hitam," kata Eyang Ratih sembari mencontohkan anak genderuwo lainnya biasanya memiliki kulit hitam legam serta bulu lebat.

Eyang Ratih, Wagini, dan pedangdut Ageng Kiwi tampil dalam acara Bukan Empat Mata di Trans 7 dipandu oleh presenter Tukul pada Jumat (10/5). Cuplikan acara tersebut pun diunggah ke Youtube dan menjadi yang paling banyak dicari.

Benarkah Wagini anak genderuwo. Menurut pedangdut Ageng Kiwi, cerita itu dipercayainya benar dan tidak mengada-ada.

Namun menurut guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menyangkal semua cerita itu. Dia menjelaskan, tidak mungkin ada anak genderuwo yang disebut-sebut buah hubungan percintaan antara manusia dengan genderuwo.

"Kalau orang mirip genderuwo iya. Saya kira berita itu tidak benar, itu pembodohan," katanya ketika dihubungi merdeka.com, Senin (13/5).

Wimpie menjelaskan, tidak pernah ada cerita secara ilmiah bahwa genderuwo memiliki anak hasil hubungan badan dengan manusia. Kemungkinan yang ada, kata dia, anak itu mungkin cacat fisik, berwajah buruk, kurang gizi atau memiliki kelainan fisik.

"Nah itu lho yang saya kira sangat membodohi masyarakat. Kasihan dia," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.