Eyang Subur 'Diserbu' Mantan Pengikutnya  

TEMPO.CO, Jakarta - Adi Bing Slamet dan sejumlah korban dari Eyang Subur menyatakan kesaksian mengenai ajaran sesat dan juga perlakuan yang merugikan dari Eyang Subur. Adi beserta mantan pengikut Eyang Subur ini membuka pengaruh buruk yang mereka rasakan.

"Saya di sini bersama teman-teman yang punya pengalaman yang sangat pahit. Kita dibikin sesat sesesat-sesatnya," kata Adi, kala ditemui di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 25 Maret 2013. Menurut Adi, ia dan kawan-kawanya dibikin tunduk pada Eyang Subur.

Beberapa di antaranya adalah Arya Wiguna, mantan pengikutnya yang dibuat hancur kehidupannya. "Dibikin gila, mau gantung diri, mau jatuh dari ketinggian," kata Adi menjelaskan. Selain itu, Arya juga mengalami masalah ekonomi dan kehancuran rumah tangga akibat Eyang Subur.

Menurut Arya, ponakannya yang bernama Ani telah dijadikan istri keenam Eyang Subur. "Keluarga mau datang enggak boleh. Kalau dia mau jenguk keluarganya tidak boleh membawa apa-apa, hanya pakaian di badan," kata Arya dengan wajah emosi.

Selain Arya, ada Ibu Subangun atau Thenzera Said. Beliau diperintahkan harus mengikuti kehendak Eyang Subur. "Tidak boleh tidak, untuk menyerahkan sepertiga dari honornya," kata Adi menambahkan. Kalau tidak dilakukan, Eyang Subur akan menyumpahi pengikutnya tersebut.

Lalu ada gadis cantik bernama Novi Oktora yang pernah ditawari untuk menjadi istri ketujuh dan kedelapan. "Tentu saya menolak. Saya bilang tidak," kata Novi yang dijanjikan untuk dijadikan artis oleh Eyang Subur.

Dari semua pernyataan yang diucapkan bahwa Eyang Subur memang merugikan baik secara mistik dan juga materi. Oleh karena itu, Adi dan kawan-kawan akan segera melaporkan Eyang Subur ke jalur hukum. Ikuti heboh Adi Bing Slamet vs Eyang Subur di sini.

NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat: Serangan Penjara Sleman || Adi Vs Eyang Subur || Harta Djoko Susilo ||Agus Martowardojo

Berita terkait:

Adi Bing Slamet Terus `Serang` Eyang Subur

Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal

Eyang Subur, Adi Bing Slamet, dan Warga Banten

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.