Ezmour, Brand Fashion yang Lahir dari Hobi Koleksi Tas Kulit

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kreatif Lokal Award 2020 memasuki babak Final. Sebanyak 18 finalis dari 6 kategori ekonomi kreatif mulai dari fashion, fotografi, pertunjukan, kuliner, kriya dan video telah selesai mengikuti sesi penjurian pada 18 dan 25 Oktober 2020. Masing-masing finalis mengikuti sesi tanya jawab bersama dewan juri, memaparkan rencana pengembangan usaha hingga kontribusi terhadap masyarakat sekitar. Salah satu finalis dari kategori fashion adalah Ezmour.

Ezmour merupakan usaha di bidang fashion yang fokus memproduksi tas dan sepatu kulit. Dibentuk pada tahun 2016, kemunculan Ezmour berawal dari kesukaan sang Owner yakni Reza Zuliani mengoleksi tas kulit.

Melihat produk tas dan sepatu kulit di pasaran memiliki harga yang cukup tinggi, Reza tergerak untuk menciptakan produk tas kulit yang bisa dimiliki oleh kalangan menengah dengan kualitas yang bagus namun memiliki harga yang terjangkau. Barang pertama yang diproduksi oleh Reza bukanlah tas maupun sepatu, melainkan sebuah dompet dari modal awal Rp 500 ribu.

"Bisnis Ezmour ini berawal dari hobi saya mengoleksi tas kulit. Dengan modal Rp 500 ribu dan nekat, akhirnya saya mencoba menawarkan dompet yang pertama kali itu murah sekali. Gak nyangka antusiasnya begitu besar dan pertama kali itu langsung laku 500 pcs," ujar Reza Zuliani dalam video penjurian Kreatif Lokal Award 2020.

Setelah 4 tahun berjalan, Ezmour berkembang dengan pesat dan memiliki omzet Rp 350 - 500 juta per bulan. Usaha ini menggunakan sistem pre order, dimana Ezmour biasa memproduksi 500-1000 tas perbulannya dan 600-1000 sepatu sebulannya. Saat ini, Ezmour memiliki pabrik kecil di Sentul City dan satu butik di daerah Cibinong.

Salah satu keunggulan dari Ezmour adalah menggunakan kulit sapi asli berstandar internasional yang biasa digunakan brand terkenal dengan harga di bawah Rp 1 juta. Brand Ezmour semakin terlihat Indonesia Banget dengan slogan "Leather Goods Made in Indonesia" dan desain packaging peta Indonesia.

Kontribusi untuk Masyarakat

Dari bisnis Ezmour ini, Reza memiliki 6 karyawan tetap bagian administrasi dan digital marketing. Ezmour juga menyerap 15 orang untuk memproduksi sepatu dan 40 orang untuk memproduksi tas dengan besaran gaji sesuai dengan jumlah produk dan tingkat kesulitan dari produk yang diselesaikan. Para pengrajin ini masih satu desa dengan Reza.

Latar belakang pendidikan para pengrajin Ezmour beragam, ada yang hanya lulusan SD dan SMP. Berkat keterampilan, mereka mampu menciptakan produk tas dan sepatu Ezmour yang berkualitas, bernilai jual tinggi dan disukai para konsumen.

Di samping mengembangkan produk, Ezmour juga membangun jaringan bisnis dan komunitas yang disebut Mak Kece Ezmour. Konsumen yang ikut membantu penjualan produk akan mendapatkan sharing profit.

"Saya membangun komunitas Mak Kece Ezmour. Di sana mereka tidak hanya sekadar membeli barang, tapi juga bisa melakukan jual beli, OOTD Kece, sharing, dan membantu menjual produk Ezmour ke lingkungan yang lebih luas lagi," ujar Reza.

Reza mengatakan bahwa Ezmour besar di media sosial Facebook dengan ribuan pengikut. Selain itu, Ezmour juga memiliki kanal pemasaran di Instagram, website dan beberapa e-commerce.

Cara Ezmour Hadapi Pandemi

Dampak pandemi juga dirasakan oleh Ezmour. Untuk menyiasatinya, Reza menciptakan line bisnis baru salah satunya memproduksi tas dengan bahan sintetis.

"Ketika terjadi pandemi, permintaan untuk produksi tas kulit sepi. Sehingga saya menciptakan satu line bisnis baru. Para pekerja tidak hanya memproduksi tas kulit tetapi juga tas dari bahan sintetis. Saya berusaha agar mereka tetap ada pekerjaan," ujar Reza.

Upaya tersebut dilakukan karena Reza bukan semata-mata untuk mengejar profit, melainkan ingin tetap menciptakan suatu karya dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Jika melihat media sosial Ezmour, kamu juga bisa melihat line bisnis lain dari Ezmour mulai dari skincare, jewelry hingga coffee.

Strategi Ezmour untuk Memajukan Bisnis

Ezmour
Ezmour

Dari tanya jawab dengan dewan juri Kreatif Lokal Award 2020, terungkap dua strategi utama dijalankan oleh Reza Zuliani untuk mengembangkan Ezmour. Pertama, mendapatkan supplier yang bisa menopang kebutuhan material produksi dan kedua adalah mengembangkan komunitas Mak Kece Ezmour.

"Saya mencari banyak supplier untuk bisa menopang kebutuhan material produksi. Dari sisi supplier kulit, aksesoris, dan partner-partner yang berhubungan dari sisi produksi. Jika suatu saat saya diijinkan untuk besar, saya sudah siap terbang dengan material dan partner yang sudah dimiliki," ujar Reza.

Melalui event Kreatif Lokal Award 2020 ini, Reza Zuliani berharap Ezmour semakin berkembang dan suatu saat bisa go internasional.

"Cita-cita saya memang tinggi, ingin Ezmour bisa diekspor ke luar negeri. Makanya saya siapkan jauh-jauh hari (Kualitas produk dan packaging),"

Selain itu, Reza Zuliani juga ingin bisnisnya bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja, bermanfaat bagi banyak orang termasuk para wanita Indonesia untuk mendapatkan produk-produk yang berkualitas dengan harga terjangkau.

"Semakin banyak wanita Indonesia yang memakai Ezmour dan memberikan komentar yang bagus, buat saya itu menjadi semangat," ujar Reza.

Kreatif Lokal Award 2020 merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Kreatif Lokal 2020, sebuah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Adira Finance bekerja sama dengan Kemenparekraf RI bertemakan #BangkitBersamaSahabat yang diadakan mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021 mendatang. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Adira Finance terhadap program Kemenparekraf RI #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia.

Total UKM yang mengikuti ajang Kreatif Lokal Award 2020 mencapai 1.079 UKM yang terdiri dari binaan Kemenparekraf RI, konsumen Adira Finance dan masyarakat umum. Penghargaan Kreatif Lokal Award akan diserahkan pada 13 November 2020 mendatang, bertepatan dengan HUT ke-30 Adira Finance.

(*)