F-PDIP DPR: Bentuk pansus terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto mengatakan fraksinya meminta dibentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas dan transparan insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

Dia mengatakan F-PDI Perjuangan menyampaikan dukacita mendalam terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

"Intinya mencari solusi, jadi nanti kalau memang dibentuk pansus, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mendukung," kata Utut dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan pembentukan pansus agar mendapatkan jawaban yang lebih komprehensif terkait kejadian yang menimbulkan ratusan korban jiwa tersebut.

Baca juga: Arema FC tegaskan tidak jual tiket lebihi kapasitas stadion

Menurut dia, pembentukan pansus lebih tepat sehingga masyarakat tidak berasumsi yang kejelasannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Pembentukan pansus ini lebih kepada simpati kita yang harapannya tidak akan terulang lagi," ujarnya.

Dalam konferensi pers tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Eriko Sutarduga mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan perhatian besar terhadap tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan itu, beberapa saat setelah kejadian, Megawati langsung memanggil jajaran pengurus dan Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

Baca juga: Bareskrim Polri periksa direktur LIB terkait tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Komnas HAM: Ada indikasi pelanggaran HAM saat kerusuhan Kanjuruhan
"Kemarin saya dipanggil Ketua Umum untuk menyampaikan kejadian di Kanjuruhan. Kami diminta untuk menindaklanjuti, memang kami sudah koordinasi dengan Mas Utut, seluruh kader dari Daerah Pemilihan Malang, dan meminta Ahmad Basarah berangkat ke Malang," katanya.

Dia mengatakan PDI Perjuangan secara khusus menginstruksikan kepada pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan DPC Malang mengunjungi keluarga korban untuk takziah dan mengikuti pengajian. Selain itu, menginstruksikan untuk memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Apabila keluarga korban kerja di swasta, PDI Perjuangan akan komunikasi ke BPJS agar bisa segera disalurkan. Mendukung bupati untuk merawat korban tanpa biaya," katanya.

Selain itu, menurut Eriko, DPP PDI Perjuangan meminta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan DPC PDI Perjuangan Malang agar memberi dukungan rumah sakit untuk memberikan fasilitas cepat tanggap terhadap korban.