F-PKS: Idul Fitri kokohkan semangat solidaritas sosial

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan tradisi silaturahim dan kebersamaan di hari Idul Fitri bisa diarahkan untuk mengokohkan semangat kerja sama, gotong royong, kepedulian, toleransi dan solidaritas sosial di masyarakat.

“Selain itu semangat saling berbagi dan membantu sesama. Terlebih lagi masyarakat kita masih dalam suasana pandemi dan beban ekonomi yang berat akibat pemutusan kerja, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,” kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia menilai perayaan Idul Fitri 2022 sedikit berbeda karena masyarakat kembali bisa merasakan keleluasaan dan semaraknya hari raya setelah dua tahun lebih dibatasi akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Puan kisahkan peran Soekarno-KH Wahab Hasbullah di balik halalbihalal

Jazuli berharap agar pandemi segera berakhir dan tidak muncul varian baru dan tidak mengalami peningkatan kasus berubah menjadi endemi.

“Meski demikian kita tetap harus waspada, tetap menjaga protokol kesehatan, tanpa mengurangi makna Idul Fitri tahun ini,” ujarnya.

Menurut dia, tradisi perjumpaan dan saling memaafkan bisa menepis jarak, prasangka buruk, dan konflik yang kerap mengganggu harmoni, integrasi, dan soliditas masyarakat, hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang banyak beredar di media sosial.

Dia menilai perjumpaan dan saling memaafkan bisa menjadi sarana titik temu diantara masyarakat dan elemen bangsa untuk mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Airlangga: Ketentuan halalbihalal diatur Instruksi Mendagri

“Kita berharap Idul Fitri yang maknanya 'hari raya fitrah' atau 'kembali kepada fitrah' bisa menyadarkan kita semua bahwa hakikatnya setiap manusia itu memiliki fitrah untuk tunduk kepada kebenaran dan kebaikan yang dibimbing oleh nilai-nilai ketuhanan (agama) yang dengannya diharapkan muncul kebajikan dan kebijaksanaan,” katanya.

Karena itu dia berharap para pemimpin bijaksana menyejahterakan rakyatnya dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, tidak memaksakan kepentingannya yang menafikan kemaslahatan bangsa dan negara.

Dia juga meminta para pendengung “buzzer” insaf tidak lagi memecah-belah masyarakat dan bangsanya dan masyarakat serta memiliki kesadaran moral untuk menjaga NKRI dan mewujudkan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Ketupat Lebaran mendekatkan interelasi hati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel