F1 2020, Musim yang Menantang Kemampuan Adaptasi McLaren

Scherazade Mulia Saraswati
·Bacaan 1 menit

McLaren jadi skuad balap Formula 1 pertama yang terdampak penyebaran Covid-19. Belum lepas dari ingatan bagaimana mereka terpaksa memutuskan tidak ambil bagian dalam putaran pembuka Grand Prix Australia 2020 lalu, setelah seorang personel skuad balap positif terpapar virus corona.

Tak ingin kecolongan lagi, McLaren kemudian bekerja keras dengan membentuk kelompok kerja untuk mengembangkan pedoman demi melindungi anggota tim, serta secara teratur berkomunikasi pada mereka yang berada di trek, di McLaren Technology Centre dan di rumah.

Selain menjalankan protokol yang begitu rumit, McLaren juga mengharuskan seluruh anggota tim menjaga jarak secara sosial, namun tetap bekerja sebagai satu tim.

“Ini adalah bukti upaya kami, bahwa sejak kami kembali ke balapan, tidak ada satu pun anggota tim di trek yang tertular virus,” tutur Racing Director, Andrea Stella, dilansir dari situs resmi tim.

“Setiap musim F1 itu sulit, tetapi saya tidak bilang ini adalah yang terberat. Ini tentu membutuhkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi.

“Salah satu elemen yang membuat musim F1 menjadi begitu sulit adalah jet lag, tetapi kami tidak harus terlalu mempermasalahkannya tahun ini. Biasanya di awal musim ketika kami ke Australia, kami langsung kembali ke Inggris, lalu ke Cina.

“Tubuh dan pikiran Anda jadi kebingungan. Ini seperti Anda masuk ke dalam mesin cuci dan membuat Anda sangat lelah.”

Andrea Stella, Racing Director, McLaren

Andrea Stella, Racing Director, McLaren<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Andrea Stella, Racing Director, McLarenCharles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images