F1 GP Turki: Pakai Mesin Baru, Russell Bakal Start Paling Buncit

Adam Cooper
·Bacaan 3 menit

GP Turki baru memasuki sesi latihan bebas pertama (Free Practice/FP1) pada Jumat (13/11/2020) siang. Namun, pembalap Tim Williams Racing-Mercedes itu sudah terkena penalti penurunan grid start untuk lomba pada Minggu (15/11/2020) nanti.

Russell menempati posisi juru kunci di FP1 setelah sasis Williams FW43 yang mengusung power unit Mercedes-AMG F1 M11 hanya mencatat waktu lap 1:49,256 menit. Russell terpaut hingga 14,179 detik dari pembalap tercepat di FP1, Max Verstappen (Red Bull Racing-Honda).

Seusai FP1, Russell dikabarkan bakal menggunakan mesin Mercedes V6, turbocharger, dan Motor Generator Unit – Heat (MGU-H) baru. Semua komponen tersebut merupakan yang keempat ia pakai tahun ini. Russell pun dipastikan start dari grid paling belakang (20) pada lomba Minggu (15/11/2020) nanti.

Russell juga akan menggunakan Motor Generator Unit – Kinetic (MGU-K) ketiga untuk lomba nanti. Namun, itu masih sesuai regulasi.

Sesuai aturan FIA, untuk F1 2020 ini jumlah mesin, turbo, MGU-K, MGU-H, dan Internal Combustion Engine (ICE) – semuanya disebut power unit saat disatukan – dibatasi hanya tiga untuk 17 lomba. Sementara, baterai (energy store) dan sistem elektronik dibatasi hanya dua per musim.

Penalti bagi Russell ini berawal pada dua lomba awal di Austria pada Juli 2020 lalu. Usai melibas 49 lap lomba GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Russell harus mundur. Saat itu, para teknisi Tim Williams menyebut tekanan bahan bakar membuat race engineer meminta Russell mematikan mesin.

Williams lalu membawa power unit itu ke markas Mercedes AMG High Performance Powertrains (HPP) di Brixworth, Inggris. Setelah diselidiki, terungkap bila power train milik Russell bermasalah karena kerusakan gear drive.

Baca Juga:

Alonso Akan Kembali Tes Mobil Spek 2018 di Abu Dhabi F1 GP Turki: Grip Kecil, Verstappen Kuasai FP1

Russell lalu turun dengan beberapa komponen baru untuk lomba kedua di Red Bull Ring, GP Styria. Saat itu, Williams tahu bila beberapa perubahan itu akan memicu penalti bagi pembalap mereka.

Musim ini, Russell cukup sering lolos kualifikasi kedua (Q2) yang tinggal diikuti 15 pembalap (karena lima pembalap terlambat di Q1 tersingkir untuk start dari grid 16-20).

Karena itu, Russell menyayangkan dirinya bakal start dari grid paling belakang karena merasa performa FW43 terlihat lebih baik di Sirkuit Istanbul Park.

“Mobil F1 itu sangat kompleks. Semula saya merasa semua berjalan lancar dan itu membuat saya lebih percaya diri dengan FW43,” tutur Russell, yang sampai balapan ke-13, GP Emilia Romagna, belum mendapatkan poin.

Russell juga menjelaskan, para teknisi Tim Williams terus berusaha mengembangkan setelan mobil. “Menurut saya, kami mulai mendekati tim-tim papan tengah, sesuai target kami,” tutur Russell.

Pembalap asal Inggris, 22 tahun, itu juga menjelaskan bila sasis Williams FW43 selalu cocok dengan sirkuit pendek yang butuh gaya tekan (downforce) besar seperti di Budapest, Hungaria (Sirkuit Hungaroring).

“Karena FW43 memiliki koefisien drag (hambatan udara) besar, kami sangat lambat di lintasan lurus meskipun sudah ditopang mesin bertenaga raksasa sekelas Mercedes,”kata Russell. “Namun, secara umum, kami selalu kuat saat melibas satu lap.”

Dari 13 lomba yang sudah diikuti Russell di F1 musim ini, ia empat kali tidak mampu menyelesaikan lomba. Hasil finis terbaiknya adalah posisi ke-11 GP Tuscan di Sirkuit Mugello, Italia, 13 September 2020 lalu.