F1 luncurkan kampanye 'Drive It Out' lawan kekerasan dan pelecehan

Formula 1 pada Sabtu meluncurkan inisiatif yang mereka namai 'Drive It Out' untuk melawan kekerasan dan pelecehan menyusul sejumlah laporan tindak rasisme, homofobia dan pelecehan seksual di antara para penonton.

F1 ingin mengirimkan pesan yang jelas bahwa tindakan kekerasan dan pelecehan, baik ketika balapan maupun di media sosial, harus dihentikan dan mereka yang menyebarkannya tidak akan mendapat tempat di olahraga balap tersebut.

Kampanye itu, yang khususnya dipicu oleh tindakan kekerasan yang terjadi di Grand Prix Austria bulan ini, diluncurkan lewat video yang menampilkan 20 pebalap F1, bos F1 Stefano Domenicalli dan presiden FIA Mohammed Ben Sulayem.

Baca juga: Verstappen tak mau berleha-leha meski unggul jauh di klasemen

"Formula 1 adalah soal kompetisi dan rivalitas," kata Domenicali dalam kalimat pembukanya yang diikuti sejumlah komentar para pebalap yang akan berkompetisi di Hungaria akhir pekan ini.

"Tetapi juga soal respek. Respek sebagai kompetitor, respek untuk fan kami, respek untuk seluruh keluarga F1. Segala bentuk kekerasan tidak bisa diterima. Apabila Anda tidak bisa menghormati maka jangan jadi bagian dari olahraga kami.

"Kami tidak bisa membiarkan mereka yang berpikiran bisa melecehkan dapat pergi begitu saja," kata juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton sebelum pernyataan sikap F1 dilanjutkan oleh para pebalap lainnya.

"Kami memiliki kewajiban untuk menyoroti ini dan mengatakan "tidak lagi". Kami bertindak sebagai suatu komunitas untuk memblokir mereka yang melecehkan yang lain secara daring. Kami tidak akan mengizinkan kekerasan di balapan kami. Kami juga perlu platform media sosial untuk mengatasi pelecehan dalam daring secara langsung.

"Mereka yang bersembunyi di balik media sosial dengan cara pandang yang melecehkan dan tidak sopan bukanlah fan kami. Kami bersatu dan meminta Anda bergabung dengan kami dalam menyingkirkan hal ini dari seluruh olahraga dan masyarakat. Mengusirnya bersama-sama," demikian pernyataan mereka.

Di Austria, di mana sebagian besar penonton merupakan pendukung juara dunia Max Verstappen dari tim Red Bull, ada laporan sejumlah penonton pria yang mabuk melecehkan penonton perempuan, meneriakkan kata-kata berbau homofobia dan rasisme.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel menyarankan orang-orang tersebut dilarang seumur hidup dari menonton F1, sedangkan Hamilton mengatakan ia merasa jijik dan kecewa oleh tingkah laku tersebut.

Formula 1 telah bicara dengan para promotor grand prix untuk memastikan rencana mereka diterapkan untuk menangani kejadian kekerasan atau pelecehan yang mengemuka serta dapat pula meninjau penjualan minuman beralkohol saat akhir pekan balapan, demikian Reuters.

Baca juga: Vettel umumkan akan pensiun dari Formula 1 pada akhir musim 2022
Baca juga: Mercedes masih miliki upgrade untuk kejar Red Bull dan Ferrari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel