Facebook akan blokir penelitian membidik iklan politik

·Bacaan 2 menit

San Francisco (AFP) - Facebook menuntut agar Universitas New York menghapus proyek penelitian mengenai praktik menyasar iklan politik dalam platform ini dengan menyebut hal pelanggaran terhadap syarat-syarat mengumpulkan data pengguna.

"Sepekan lalu, Facebook mengirimi saya (perintah hentikan dan hindari) yang meminta kami mencabut AdObserver dan menghapus data kami. Publik berhak mengetahui bagaimana iklan politik ditargetkan, jadi kami tidak akan memenuhi permintaan ini," kata Laura Edelson, mahasiswa PhD dan peneliti pada NYU Ad Observatory, dalam sebuah posting Jumat.

Dengan pemilu AS tinggal 10 hari lagi, Facebook sedang disediliki secara mendalam atas perannya dalam kampanye, dan cara para calon dan kelompok-kelompok kelompok politik memanfaatkan jaringan media sosial untuk mempengaruhi pemilih.

Para peneliti ini mengumpulkan informasi dengan menggunakan ekstensi atau plugin yang disebut AdObserver yang bisa diinstal pada browser web dan menyalin iklan Facebook ke sebuah database publik.

Edelson dan lainnya melacak informasi seperti profil mana yang disasar oleh jenis iklan apa.

"Kami sudah memberi tahu NYU beberapa bulan lalu bahwa melanjutkan proyek dengan mengikis informasi Facebook dimiliki orang adalah melanggar ketentuan kami," kata juru bicara Facebook Joe Osborne.

"Ad Library kami yang diakses oleh lebih dari 2 juta orang setiap bulan, termasuk NYU, telah memberikan transparansi lenih pada iklan politik dan isu daripada TV, radio atau platform iklan digital apa pun lainnya."

Tetapi Edelson mengatakan sistemnya tidak sempurna.

"Analisis keamanan siber kami menunjukkan kerentanan dalam algoritma transparansi Facebook yang mengungkapkan bahwa algoritma-algoritma itu kerap lolos termasuk iklan-iklan politik dalam arsip publiknya," kata dia.

Facebook yang berbasis di California telah memperketat aturan soal iklan politik menjelang pemilu 2020. Secara khusus, perusahaan ini melarang upaya merusak proses pemilu dan melarang pernyataan rasis atau xenofobia tertentu.

Jaringan media sosial ini juga melarang iklan politik baru dalam satu pekan sebelum pemilu 3 November.

Facebook mengatakan kepada NYU agar menghentikan proyek tersebut akhir November, tetapi tidak mengungkapkan apa yang bakla terjadi jika proyek ini dilanjutkan.


juj/leo/acb/mdl