Facebook akan Luncurkan Media Sosial Khusus Audio, Mengekor Kesuksesan Clubhouse

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Popularitas Clubhouse rupanya berhasil membuat raksasa media sosial Facebook tertarik ikut serta menduplikasi tren ini pada bisnisnya. Facebook kabarnya akan merilis media sosial baru berbagi suara, berharap bisa ikut mencicipi kesuksesan Clubhouse.

Dalam laporan yang dirilis Recode dikutip dari Vox, Jumat (23/4/2021) informan yang terlibat dalam laporan tersebut mengatakan Facebook berencana merilis sejumlah media sosial berbagi suara yang akan diumumkan awal minggu ini. Rencananya sejumlah layanan baru tersebut akan dibuatkan grup khusus yaitu "Social Audio".

Sejumlah media sosial berbasis suara yang rencananya dirilis tersebut diantaranya. Facebook akan membuat media sosial untuk siaran langsung dengan suara mirip Clubhouse, yang mana beberapa orang mendengarkan dan yang lain berbicara layaknya sedang di atas panggung seminar.

Selain itu, Facebook juga kabarnya akan merilis layanan versi audio dari Room, produk video konferensi mirip Zoom yang diluncurkan Facebook setahun yang lalu.

Khusus bagi pengguna media sosial Facebook, perusahaan juga berencana mengembangkan layanan berbagi unggahannya dengan mengizinkan pengguna untuk membagikan rekaman suara. Yang selama ini hanya bisa berbagi teks, gambar juga video.

Tidak cukup ketiga layanan tersebut, Facebook juga berencana kembali menghubungkan penggunanya ke spotify, setelah beberapa tahun silam juga pernah dilakukan namun gagal. Kali ini, Facebook akan membuat layanan baru berupa pencarian podcast.

Meski rencana ini sudah bocor, masih belum diketahui kapan Facebook akan merilisnya. Layanan audio konferensi yang merupakan konversi dari Room diprediksi akan rilis dalam waktu dekat, namun ketiga layanan lainnya disebut masih belum rilis hingga kuartal kedua tahun ini.

Bos Facebook, Mark Zuckerberg sendiri telah menunjukkan ketertarikannya pada Clubhouse sepanjang tren aplikasi ini setahun terakhir. Dia muncul di beberapa obrolan di layanan tersebut, termasuk satu obrolan dengan CEO Spotify Daniel Ek.

Ramai-Ramai Contek Clubhouse

Clubhouse (sumber: Unsplash)
Clubhouse (sumber: Unsplash)

Keputusan Facebook untuk merilis media sosial audionya sendiri bukan langkah pertama raksasa teknologi latah terhadap popularitas Clubhouse. Twitter lebih dulu merilis layanan baru Space yang mirip dengan Clubhouse, sedangkan Apple kabarnya juga akan merilis layanan podcastnya.

Ada juga raksasa streaming musik Spotify yang melakukan hal serupa. Akhir bulan lalu perusahaan teknologi asal Swedia ini mengakuisisi Locker Room, media sosial yang menyediakan layanan siaran langsung audio seperti halnya Clubhouse.

Dengan adanya rencana baru ini membuat Facebook tampak makin agresif untuk meniru kompetitornya. Sebelum Clubhouse, Mark Zuckerberg telah lebih dulu merilis Room di tengah tren penggunaan Zoom. Begitu juga saat tren TikTok, Facebook juga merilis Reels di media sosial Instagram.

Sementara itu, berkat popularitasnya ini, Clubhouse baru saja mengumumkan putaran pendanaan baru yang memberi nilai perusahaan pada USD 4 miliar atau sekitar Rp 57 triliun, hanya beberapa bulan setelah mengumumkan putaran pendanaan yang bernilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun.

Meski begitu sejumlah analisis menilai ketenaran Clubhouse mungkin hanya seperti gelembung. Pasalnya dalam beberapa bulan laju unduhan aplikasi tampaknya melambat dan Clubhouse belum memperbarui total penggunanya sejak Februari, ketika dikatakan telah memiliki 10 juta pengguna.

Di sisi lain, Clubhouse masih terbatas pada pengguna Apple iPhone, dan ketika terbuka untuk dunia pengguna Android, jumlahnya pasti akan melonjak lagi. Tampaknya masih terlalu dini untuk menilai apakah format baru yang dipelopori Clubhouse ini akan bertahan dalam persaingan media sosial atau tidak.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Ini