Facebook Berbagi Tips untuk Orangtua Menjaga Anak Tetap Aman Beraktivitas Online

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Facebook membagikan tips bagi para orangtua untuk menjaga anaknya tetap aman selama beraktivitas online. Tips ini diungkap Head of Safety Facebook Asia Pacific, Amber Hawkes, bersamaan dengan Hari Internet Aman Dunia.

"Saya memahami tantangan luar biasa yang dialami orangtua saat mencoba mempelajari tentang keamanan di ranah online bersama anak-anak," tutur Amber dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (9/2/2021).

Kendati demikian, hal paling utama yang dapat dilakukan orangtua adalah memulai percakapan, termasuk menciptakan cara berkomunikasi terbuka. Untuk itu, Amber berbagi beberapa tips bagi para orangtua.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan, menurut Amber, orangtua tetap terlibat dalam dunia digital anak-anak. Menurutnya, orangtua perlu meluangkan waktu untuk menemani anak ketika beraktivitas di internet.

"Jika anak Anda senang bermain gim, duduklah di dekatnya. Jika anak remaja Anda menggunakan Facebook atau Instagram, berdiskusilah dengan mereka tentang berteman atau mengikuti mereka di media sosial," ujarnya.

Orangtua juga perlu berbicara dengan anak membahas dengan siapa mereka terhubung, termasuk hal yang dibagikan. Anak-anak pun dimungkinkan berbicara ketika mengalami hal tidak nyaman di ranah online.

Hal lain yang juga perlu dilakukan orangtua adalah menggunakan pengaturan privasi dan keamanan. Pengaturan ini dapat ditemukan di Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger.

"Pengaturan ini dapat memberikan kendali terhadap apa yang mereka bagikan, dengan siap mereka membagikannya, apa yang mereka lihat, dan siapa yang biasa menghubungi mereka," ujar Amber lebih lanjut.

Buat Kesepakatan sebagai Keluarga

Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Dalam tipsnya, Amber menyarankan orangtua untuk membuat kesepakatan bersama mengenai peraturan pemakaian perangkat elektronik, akses ke internet dan media sosial, termasuk pelanggaran dari peraturan tersebut.

"Tergantung dari usia anak, Anda dapat membicarakan tentang konsekuensi yang lebih serius (seperti konsekuensi hukum) ketika mereka membagikan jenis konten tertentu seperti gambar intim yang tidak mendapatkan persetujuan," ujar Amber melanjutkan.

Orangtua, Amber melanjutkan, perlu menunjukkan contoh yang baik. Maksudnya, apabila sudah ada kesepakatan atau peraturan tidak boleh memakai smartphone di jam tertentu, orangtua perlu melakukan hal yang sama.

Hal lain yang perlu dilakukan pula oleh orangtua adalah belajar bersama anak. Mengingat teknologi selalu berkembang, dan anak cepat mempelajarinya, orangtua mau tidak mau dapat mempelajari aplikasi tersebut.

"Cara ini merupakan kesempatan terhubung dengan anak Anda, melihat apa yang mereka lakukan secara online, dan berdiskusi mengenai keamanan di ranah online," tuturnya.

Fitur Facebook Jamin Keamanan Pengguna Anak-Anak

Di sisi lain, untuk mendukung keamanan penggunanya, Amber menuturkan, Facebook juga menerapkan fitur sebagai perlindungan tambahan untuk pengguna anak-anak.

Salah satunya adalah kewajiban pengguna berusia 13 tahun sebelum membuat akun Facebook atau Instagram. Bahkan di beberapa negara, batasan usia ini dapat lebih tinggi.

"Pengaturan privasi dan visibilitas kami lebih ketat bagi remaja dibandingkan orang dewasa," tutur Amber melanjutkan.

Salah satunya adalah pesan yang diterima anak di bawah umur dan tidak berasal dari teman maupun lingkarannya, akan disaring dan masuk langsung ke spam.

Facebook menyediakan pula portal orangtua di platformnya dan panduan orangtua di Instagram. Dengan fitur itu, orangtua dapat mengetahui informasi cara kerja aplikasi, kiat berbicara dengan anak, termasuk saran dari ahli.

(Dam/Ysl)