Facebook Bongkar Rahasia Postingan Menarik untuk Akun Bisnis UMKM

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVAFacebook Trainer, Niko Atmadja, membeberkan rahasia bagi para pemegang akun bisnis di Facebook, agar postingan promosi mereka bisa menarik perhatian para pengguna media sosial. Sehingga pada akhirnya, mereka berminat membeli produk yang dipasarkan tersebut.

"Kuncinya adalah bagaimana supaya membuat jempol orang berhenti di konten anda," kata Niko dalam telekonferensi di acara 'Pelatihan UMKM Bersama Kadin Indonesia', Rabu 14 April 2021.

Ia menjabarkan, langkah pertama cobalah untuk menggunakan visual postingan yang bisa menarik perhatian orang. Pada konten yang akan diposting tersebut, Niko menyarankan agar konten itu harus diusahakan agar fokus ke satu hal saja, yakni pada objek apa yang sebenarnya ingin ditampilkan.

"Misalnya anda jualan kopi susu, nah taruh lah foto kopi susu itu di bagian tengah, dan buat gambar tersebut agar terlihat menggugah selera," ujarnya.

Kemudian, Niko menyarankan agar postingan itu bisa menggunakan tampilan background yang cerah. Karena, seringkali tanpa disadari oleh banyak orang bahwa pada saat mereka scrolling timeline media sosial, mereka akan sering melihat konten-konten yang terlihat sejenis dimana background dan warnanya kerap sama.

"Tapi ketika kita melihat suatu postingan yang warna background-nya ngejreng, pasti biasanya postingan itu akan membuat seseorang berhenti di sana walaupun cuma 1-2 detik saja," kata dia.

Karenanya, Niko menegaskan bahwa salah satu kunci agar postingan promo dari suatu produk bisa menarik perhatian orang, adalah dengan menggunakan background yang juga bisa menarik perhatian. Misalnya yakni dengan menggunakan warna biru terang, atau sesuai dengan warna korporat yang digunakan pada bisnis itu sendiri.

"Seperti misalnya Facebook menggunakan warna biru khas Facebook-nya. Intinya itu adalah suatu warna yang berbeda, dimana ketika orang melihat background tersebut maka mereka bisa langsung berhenti di konten anda," ucapnya.

Selain itu, lanjut Niko, cobalah menghindari elemen yang mengganggu dalam suatu postingan tentang produk yang akan dijual. Misalnya seperti gambar yang blur, atau foto dengan resolusi rendah sehingga kurang begitu jelas.

"Selanjutnya adalah relevansi, yakni berupa konten yang disiarkan dengan menggunakan gaya komunikasi yang tepat, ke orang yang tepat, dan di waktu yang tepat," ujarnya.