Facebook dan Clubhouse Rapatkan Barisan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Media sosial Facebook dan aplikasi audio Clubhouse sama-sama rapatkan barisan untuk melindungi privasi dan keamanan penggunanya di Afghanistan. Hal ini terkait kelompok Taliban yang kembali berkuasa di negara itu.

Awal pekan ini, Clubhouse telah me-reset puluhan ribu biodata dan foto pengguna mereka di Afghanistan, dan membuat akun mereka lebih sulit ditemukan dalam pencarian.

Juru bicara Clubhouse mengatakan jika tindakan tersebut tidak mempengaruhi pengikut pengguna, dan semua perubahan dapat dibatalkan jika pengguna menginginkannya.

"Kami juga telah mengingatkan pengguna di Afghanistan bahwa mereka mengizinkan nama samaran untuk tujuan hak asasi manusia atau keselamatan," tuturnya, seperti dikutip dari situs The Verge, Senin, 23 Agustus 2021.

Clubhouse sudah berkonsultasi dengan pakar kebebasan berekspresi dan ekstremisme kekerasan untuk membantu menyusun pendekatannya ini.

Ketika Taliban telah mendapatkan kembali kendali atas Afghanistan, banyak warga di sana mencoba untuk menghapus foto-foto dari akun media sosial dan telepon mereka yang dapat menunjukkan hubungan dengan Barat, atau bekas pemerintah Afghanistan.

Sementara itu, Facebook baru-baru ini melakukan antisipasi. Kepala Kebijakan Keamanan Facebook Nathaniel Gleicher langsung menerapkan langkah-langkah keamanan untuk pengguna di Afghanistan, termasuk menyembunyikan daftar teman dan menambahkan alat untuk mengunci akun dengan cepat.

Ia mengatakan jika Facebook membuat perubahan berdasarkan umpan balik dari para aktivis, jurnalis, dan kelompok masyarakat sipil. Taliban telah menemukan cara untuk menyebarkan pesannya di media sosial, meskipun dilarang oleh YouTube dan Facebook.

Para pengguna Facebook di Afghanistan memiliki akses ke alat sekali klik untuk mengunci akun mereka. Saat profil mereka dikunci, orang yang bukan temannya tidak dapat mengunduh atau membagikan foto profil mereka atau melihat postingan di linimassa mereka.

Fitur ini juga akan menghapus kemampuan pengguna untuk melihat dan mencari daftar 'Teman' untuk akun Facebook di Afghanistan. Tujuannya untuk melindungi mereka agar tidak menjadi sasaran Taliban.

Tidak hanya Facebook, Instagram sudah menambahkan peringatan pop-up di Afghanistan yang mencakup langkah-langkah untuk melindungi akun. Mereka pun mendesak orang-orang dengan teman dan keluarga di Afghanistan untuk memperketat pengaturan visibilitasnya sendiri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel