Facebook Down 6 Jam, Seluruh Pegawai Tak Bisa Kerja dan Perbaiki Gangguan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Aplikasi Facebook, Instagram, Whatsapp, mengalami pemadaman alias down sejak Senin (04/10/202) malam. gangguan ini terjadi selama enam jam. Berbagai kegiatan komunikasi, bisnis, transaksi dan sebagainya terhenti sehingga membuat 3 miliar penggunanya harus menunggu selama berjam-jam, tidak sedikit juga yang mengeluhkan hal tersebut.

Sayangnya, hal tersebut juga dialami oleh seluruh karyawan perusahaan yang turut mengeluhkan hal yang sama. Sistem internal dalam perusahaan juga terdampak. Kejadian ini dinilai yang paling buruk bagi perusahaan sejak 2008.

Melansir dari CNBC dan The New York Times, Selasa (05/10/2021), secara khusus para karyawan mengatakan bahwa pemadaman yang terjadi menghambat divisi teknisi untuk melakukan pelacakan informasi, seperti berapa banyak orang yang menggunakan layanan dan fungsi obrolan internal perusahaan.

Masalah internal lain yang terjadi antar karyawan adalah kesulitan melakukan panggilan dari ponsel dan tidak dapat menerima surel dari orang diluar perusahaan. Lalu, mereka juga tidak dapat kembali ke kantor karena akses untuk masuk ke kantor pun tidak dapat terdeteksi dengan baik.

Beberapa nama yang memberikan informasi tersebut meminta adanya anonimitas dari identitas karena diskusi yang dilakukan membahas masalah tentang rahasia perusahaan.

Pasalnya, gangguan mulai terjadi saat pukul 10 malam. Laporan demi laporan mulai diberikan dalam hitungan menit. Facebook seolah tenggelam di internet. Pihak perusahaan pun melakukan klarifikasi menggunakan platform Twitter untuk meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ada.

Gangguan tersebut sangat buruk sehingga membuat pada karyawan bagian teknisi seperti insinyur yang memiliki tanggung jawab menyelesaikan masalah pun terhambat. Bahkan mereka tidak dapat masuk dan terlibat secara langsung untuk memperbaiki masalah.

“Kami sedang berusaha untuk mengembalikan semuanya kembali semula secepat mungkin dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis juru bicara Facebook Andy Stone yang mengunggahnya ke Twitter, Senin (04/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penyelidikan Gangguan

Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)
Ilustrasi Media Sosial (iStockphoto)

Setelah ditelusuri lebih lanjut, pemadaman terjadi setelah mantan manajer produk di tim integritas sipil Facebook Frances Haugen membocorkan bahwa dirinya sebagai pelopor di balik berbagai dokumen internal dalam laporan berjudul "The Facebook Files" oleh The Wall Street Journal.

Laporan tersebut berisikan tentang kekurangan dari perusahaan yang tidak jarang menyebabkan banyak kerugian, tentunya hal-hal yang hanya dipahami oleh perusahaan saja. Informan yang berkontribusi salah satunya adalah karyawan yang bekerja di perusahaan.

Mengaitkan bukti yang diterima, pemadaman yang terjadi bukanlah hal biasa yang terjadi. Mengingat platform tersebut menjadi media sosial terbesar di dunia. Gangguan terakhir yang dialami terjadi pada 2019 ketika ada kesalahan teknis yang melumpuhkan situs selama 24 jam.

“Kecepatan pada pemadaman menyoroti tingkat keamanan dan kerawanan yang mengejutkan dengan menyusun ekonomi kerja yang semakin dimediasi secara digital,” ujar profesor komunikasi Cornell University Brooke Erin Duffy.

Hanya saja masalah kali ini masih belum jelas penyebabnya. Faktor terjadinya serangan siber adalah kemungkinan terkecil karena jika memang benar demikian, umumnya tidak memengaruhi begitu banyak aplikasi sekaligus.

Dampak Terhadap Pengguna

Ilustrasi Bisnis Online. Foto: Unsplash/Christina
Ilustrasi Bisnis Online. Foto: Unsplash/Christina

Beberapa masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah tidak dapat bekerja dan melakukan interaksi bisnis akibat gangguan yang terjadi. Tim keamanan perusahaan diberitahu bahwa pemadaman sistem memengaruhi seluruh sistem dan alat internal Facebook.

Banyak laporan, olokan, ejekan yang dilontarkan warganet kepada Facebook melalui platform twitter dengan tagar (tanda pagar) #facebookdown yang mulai menjadi trending sejak semalam. Meme lucu pun mulai menjamur di laman Twitter.

Salah satu layanan pengiriman makanan di Delhi yang digunakan oleh Samir Munir mengatakan bahwa layanan dan pesanan makanan terhenti sehingga terputus dengan klien karena ia menjalankan bisnisnya di laman Facebook dengan menerima pesan melalui Whatsapp.

“Sulit ketika platform utama Anda yang dijadikan sebagai pendapatan bagi banyak orang turun,” jelas seorang pemain gim profesional Douglas Veney yang menerima pembayaran dari permainan yang dimainkan melalui Facebook Gaming.

Cerita lainnya juga diberikan dari pengusaha bisnis HUH Clothing Mark Donnelly yang kehilangan ribuan pelanggannya akibat pemadaman platform. Usaha yang dijalankan berfokus pada kesehatan mental dan promosi yang dilakukan menggunakan Facebook dan Instagram.

“Mungkin kedengarannya tidak begitu berdampak bagi orang lain, tetapi kehilangan empat sampai lima jam penjualan bisa menjadi perbedaaan,” jelas Donnelly.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel